natalia's posts with tag: culture
| Start: | Jul 3, '08 6:00p | | End: | Jul 3, '08 7:00p | | Location: | Otomotion Radio Jakarta 97.5 FM |
Weekly Talkshow on Sex and Relationships. Part of Bumper to Bumper Show Hosted by Farhan and Roberto. Tune in Ya!!!!
Dear Lia, Saya dan tunangan saya akan menikah 2 bulan lagi. Kami datang dari latar belakang adat dan kebiasaan yang berbeda hingga kominukasi antara kedua keluarga tidak mudah. Hal ini terus terang membuat saya dan tunangan saya jadi lebih emosional, terutama mendekati hari “H”. Bagaimana saya dan tunangan saya harus bersikap? Anonymous, Jakarta Dear Anonymous, Sebenarnya perbedaan adat dan kebiasaan tidak harus menjadi penghalang suatu hubungan yang sehat, bahagia dan menyenangkan asalkan kedua keluarga bisa selalu aware dan secara sadar tidak menstereotypekan keluarga lainnya. Stereotype adalah usaha manusia untuk mengerti manusia lain dengan melabel dan memasukkan orang-orang ke dalam suatu golongan/ kelompok yang dipercaya memiliki sifat-sifat tertentu yang belum tentu terbukti kebenarannya. Perlakukanlah masing-masing anggota keluarga sebagai individu dan cobalah untuk mengerti sudut pandangnya dan dengarkan apa yang sebenarnya ia kuatirkan, dengan demikian rasa “defensif” dan tegang akan menurun. Anda berdua sudah menjalin hubungan walaupun berasal dari keluarga yang berbeda, tentunya ada kecocokan (compatibility). Gunakan fakta ini untuk memberi “contoh” pada keluarga masing-masing bagaimana anda berdua saling menghargai satu sama lain. Peran anda berdua adalah sebagai duta besar dalam dalam menghadapi keluarga masing-masing, penterjemah dalam menerangkan maksud yang jelas dan tidak emosional, jembatan dalam menghubungkan orang-orang di kedua keluarga dan juga penyaring yang maksudnya adalah tidak serta merta menyampaikan apa yang dikatakan suatu pihak kepada pihak lainnya secara mentah-mentah. Saringlah berdasarkan perlu atau tidaknya hal tersebut dan ubahlah kata-kata emosional menjadi kata-kata yang berfokus pada tindakan dan saran yang membangun. Memang butuh kedewasaan dan kesabaran dalam menjalankan peran-peran ini. Kedewasaan ditandai dengan kemampuan seseorang memisahkan antara pikiran dan perasaan, jadi tidak seluruhnya langsung dimasukkan ke hati dan direaksikan secara emosional. Kesabaran ditandai dengan kemampuan seseorang menunda reaksinya terhadap suatu kejadian, jadi seperti ada sponge yang menyerap perasaan itu dahulu, dan diolah sebelum dikeluarkan lewat suatu reaksi. Peran-peran ini sangat penting dipertahankan karena hubungan dengan keluarga besar akan terus berlanjut walupun hari perayaan pernikahannya sudah selesai. Ketegangan mendekati hari pernikahan antara kedua pasangan dan juga antara anggota keluarga memang sering dan wajar terjadi karena beberapa hal. Yang pertama adanya ekpektasi bahwa hari pernikahan itu harus sempurna. Kedua, lancar atau tidaknya hari pernikahan sering kali dijadikan”pertanda”mengenai sukses-tidaknya hubungan di antara mempelai kelak, sehingga orang-orang menjadi tegang dan secara tidak sadar berfokus pada “apa kejadian buruk yang akan terjadi”. Tiga, banyak pula keluarga dan pasangan yang akan menikah melupakan fokus utama dari hubungan tersebut. Yang lebih penting sebenarnya adalah pernikahan (the marriage) bukanlah hari pernikahan (the wedding). Bergesernya fokus ini sering menjadi “kendaraan” bagi “ego” dan “haga diri keluarga”untuk muncul ke permukaan. Karena ketiga hal di atas, banyak orang yang terlibat secara sadar dan tidak sadar menjadi terlalu “menuntut” kesempurnaan. Tuntutan dan tekanan ini lah yang sebenarnya membuat persiapan dan hari pernikahan itu menjadi tidak bisa dinikmati lagi. Jadi satu hal lagi yang anda dan pasangan bisa lakukan ketika ketegangan mengenai hari perkawinan terjadi adalah saling mengingatkan bahwa pernikahan itu lebih penting daripada “hari H”nya, dan ingatkan untuk menggunakan logika dibandingkan emosi. Juga, fokuskanlah diri anda dan pasangan pada hal-hal yang lebih penting, misalnya bagaimana setelah menikah kalian akan menghidupi diri sendiri, bagaimana mengatur keuangan, apakah kedudukan anda berdua selalu sejajar atau salah satu akan ada yang lebih dominan, apakah kedua belah pihak akan bekerja, bagaimana menyeimbangkan waktu antara waktu berdua dengan waktu untuk keluarga, teman dan pekerjaan. Work hard on your upcomming marriage!
Inspirasi gue adalah blognya Sitha Pinet ttg “pergaulan” sesama warga Indonesia di luar yang banyak gosipnya dan banyak terlihat seolah2x tidak sehat dan penuh intrik dan drama..duile bahasanyaaa… heheheh .. Ini Link nya Gue mau share pengalaman waktu gue tinggal di luar dengan status “mahasiswa” ya Tha.. Karena tulisan elu ngingetin gue sama omongan orang2x waktu gue baru pindah ke Inggris dan Hawaii.. Yang mana setelah gue alami sendri, intinya gak gitu2x amat.. tergantung atau balik ke orangnya lagi.. jadi menurut pengalaman gue sih ini jadinya hanya stereotype belaka yang jadinya malah merugikan pergaulan kita sendiri karena kita jadi terlalu paranoid.. Jadi teman2x..please waktu baca ini, tolong dianggap bahwa ini bukanlah suatu “yang pasti” atau “benar” tapi di bacanya sebagai “anggapan” dari satu kelompok orang kepada kelompok orang lain yang belum tentu terbukti kebenarannya.. oke??.. ini bukan buat men-Judge atau men stereotype kelompok2x tersebut.. tapi ini “stereotype” yang gue tangkep dari ngobrol2x dengan berbagai orang Indonesia selama gue tinggal di dua negara tersebut.. Sering banget gue diingetin buat hati2x sama si ini atau sama si itu waktu gue baru2x dateng .. menurut “wejangan” yang gue dapet waktu itu (status gue kan mahasiswa jadi musti diwejangi, hehhehe) adalah, kelompok2x orang indo di luar itu biasanya kan ada "warga" Indonesia yang tinggal lama disana for whatever reason, ada orang KBRI dan local staff, ada mahasiswa dan ada orang Indonesia yang nikah ma orang asing.. Menurut mereka, “warga indonesia” tidak sama dengan orang Indonesia yang menikah dengan orang asing dan tinggal di negara tersebut.. either group gak mau di samain dengan kelompok lainnya.. Jadi udah ada “label” di antara orang Indonesia sendiri.. sangat In-group dan Out- group banget approachnya .. siapa belong to what group gitu.. alias dikotak-kotakkan… Nah, sebagai konsekuensinya setiap “group” tentunya punya stereotype sendiri2x…baik tentang groupnya atau tentang group lain… Menurut “penggolongannya” mahasiswa Indonesia itu ada “kelas”nya.. ada anak2x bea siswa (biasanya kiriman dari lembaga pemerintahan atau bea siswa universitas/ award), yang biasanya di “cap” sebagai anak2x pinter, studious, serius, organisator, aktif, communal (kumpul2x terus), rada “rohis” maksudnya sangat agamis, islamnya/ kristennya lebih “kenceng” dibanding rata2x warga yang lain, kritis, politis, birokratis dan sederhana, biasanya dianggap sebagai “anak2x daerah”.. Ada juga mahasiswa yang disebut “swasta” maksudnya anak orang mampu yang disekolahin di luar negri ..Stereotypenya adalah mereka anak orang kaya/ pejabat yang ke luar negri bukan untuk serius sekolah tapi banyakan mainnya, party animal, berfoya2x ngabisin uang ortunya tanpa ortunya tau dia sebenernya ngapain disana, anak2x ini dianggap borju, elitist, click-ish, pemilih dan gak mau “gaul” ma warga Indonesia yang bukan “kelasnya” .. Mereka juga sering dianggap kurang “intelligent” dibanding mahasiswa beasiswa.. Mereka juga dianggap “lebih seneng temenan ma bule” dibanding ma orang Indonesia.. Jadi sok ke barat2x an / too westernized yang jadinya nilai2x Indonesianya pada luntur, terlalu bebas dan lain-lain. Katanya biasanya dilabel sebagai “anak Jakarta” .... Antara mahasiswa bea siswa dan anak swasta katanya nggak begitu “nyampur” kalaupun mereka ada di universitas yang sama pun, biasanya “kenal doang” tapi nggak hang out bareng karena masing2x merasa beda dengan the other dan tidak mau di asosiasikan sebagai anggota “kelompok” tertentu.. Anak2x mahasiswa swasta suka parno takut di cap anak yang main melulu dan belagu sementara anak yang beasiswa parno takut di cap “aliran keras” dan “judgemental” Makanya katanya mereka mendingan main sama “teman senasib”… Kalo “warga Indonesia” itu biasanya orang yang sudah “tua2x” atau “dituakan” di lingkungan community Indonesia.. biasanya “warga” adalah tempat dimana mahasiswa bea siswa bersandar kalo kangen sama rumah (biasanya makananan) Warga ini biasanya dianggap “nyangsang” di luar biasanya karena pekerjaan/ pendidikan (Anak buah kapal yang keterusan , pekerja kontrak yang keterusan, staf kedutaan yang keterusan, mahasiswa yang keterusan, dsb intinya keterusan tinggal secara sengaja atau terpaksa) ada yangberhasil jadi penduduk resmi (status keimigrasiannya jelas) ada yang nggak.. Biasanya dianggap orang2x mellow atau gak banyak betingkah..dianggap “aman” dekat dengan orang2x ini.. Orang “KBRI” Adalah “orang penting” yang mahasiswa harus kenal karena banyak hal2x seperti surat lapor ketibaan, stempel alamat di paspor, sampe surat kepindahan tergantung sama KBRI.. jadi dekat dengan orang KBRI tentunya ada untungnya yaitu kalau ngurus surat2x biasanya “dibantu” .. Orang KBRI ini rotasinya cepat, jadi gak tinggal lama.. “gaya” memerintahnya tergantung atasan alias Dubes atau Konsulnya (untuk KJRI) ada yang bisa dekat dan helpful dengan warga ada yang sangat birokratis (sok pejabat katanya) .. sama aja dengan pejabat di jakarta juga kan beda2x… Spousenya orang KBRI biasanya dianggap sebagai “ibu2x diplomat/ pejabat” yang punya kesibukan sendiri dengan kegiatan2x protokoler apa lagi kalo daerah “basah” seperti US atau Inggris yang banyak bener “tamu” nya.. jadi mereka cenderung sibuk dan kalo ngumpul itu kalo ada acara “resmi” semisal lebaran atau 17 an,.. di luar itu, bener2x tergantung kepribadian orangnya… ada yang “gaul” ada yang nggak.. Orang2x Indonesia yang menetap di luar karena menikah dengan orang asing ini adalah kelompok yang suka “di stempel” sebagai kelompok high drama.. maksudnya ada banyak intrik2x dan gosip2x yang gak sehat ada di dalam komunitas ini.. Yang mulai nya dari “rumour” belaka bisa sampe jadi “back stabbing” dan malah perang terbuka antara beberapa orang .. Katanya, penyebabnya adalah persaingan yang gak sehat, karena orang2xnya itu banyak yang “ngaget”, baru tahu hidup enak di luar negri karena dulunya tidak punya kesempatan atau dari kalangan yang dianggap “bawah”, dan juga pendidikannya yang kurang tinggi ” dengan kata lain “jadinya kampungan”… ada banyak “label” untuk orang2x di kelompok ini .. ada yang dibilang gayanya mereka lebih bule daripada bulenya sendiri, suka pamer dan sombong (seperti yang disinggung Sitha di blognya) , dan OKB.. Nah, pesannya, mahasiswa itu perlu dan harus kenal ma orang KBRI dan Warga indonesia yang lama di sana.. tapi HATI-HATI sama yang menikah dengan orang asing karena hal2x yang disebut di atas.. Setelah gue bergaul sama orang dari beda-beda kelompok itu, gue mendapatkan hal2x yang menurut gue itu menarik dan lucu, ini belon penelitan resmi yah baru dari contoh kecil .. makanya gue mau neliti lagi mau liat kebenarannya di lingkungan orang indo di luar negri.. contohnya gini.. HAMPIR SEMUA orang BERANGGAPAN kalo kumpul sama community Indonesia di luar itu pasti jadi resek, karena backstabbing, dan persaingannya suka gak sehat, jadi males gaul ma orang Indonesia.. lalu HAMPIR SEMUA TAKUT kalo dia berkumpul dengan orang indonesia, dia pasti akan di gunjingi .. HAMPIR SEMUA MENGCLAIM, bahwa yang resek itu orang lain , bukan dirinya .. Lah lucu kan, kalo semua orang ini merasa dirinya bersih (anggaplah memang iya dia bersih seperti yang di claim) tapi dia merasanya bahwa semua orang2x di luar dirinya lah yang kelakuannya aneh2x, logikanya, sebenarnya "kelompok" yang ditakuti (resek) ini sebenarnya tidak ada, gitu kan yaaa?? gimana mau ada kalo orangnya masing2x sebenernya nggak resek Hehehhehe bingung kan??? Kalo nggak ada yang resek, terus, kenapa pada takut, gitu looo … Sebenernya, apakah ini kasus kecil yang memang pernah terjadi lalu kemudian di generalisir (jadi orang pada overly cautious alias paranoid)? Atau kalo mau jujur, mungkin ketakutan kita akan “jadi bahan gunjingan” ini sebenarnya memberikan kita “excuse” untuk tidak bergaul dengan orang Indonesia lain, Padahal sih sebenarnya ada alasan personal lain yang menyebabkan kita “malas” bergaul dengan orang Indonesia pada umumnya. Apapun alasan itu, memang hanya diri pribadi kitalah yang tahu.. tapi tebakan saya sih biasanya ada perasaan minder atau takut di judge, atau “takut ketahuan” melakukan tindakan tertentu yang bisa di “cap” sebagai nggak sesuai “norma” atau “standar kelaziman”di lingkungan orang Indonesia.. makanya jadinya Proyeksi (Istilah orang psikologi, dimana untuk melindungi Egonya orang mendingan nuduh orang lain yang salah dan resek padahal dirinya sendiri lah yang punya sifat resek tersebut) dan Displacement (Istilah psikologi juga dimana untuk melindungi Egonya tersebut seseorang “memindahkan” posisi kesalahan pada orang lain padahal dialah yang merasa ada kekurangan/ merasa tidak competent ) …. Jadi me “label “ orang lain itu adalah mekanisme pertahanan pribadi belaka..bukan sesuatu yang real.. Memang nggak ada sih, keharusan orang Indonesia musti bergaul dengan sesama Indonesia.. at the end of the day, yang menentukan adalah faktor kecocokan.. nggak masalah siapa orangnya, mau kuning, item, putih, ijo.. kalo cocok ya cocok kalo nggak ya nggak .. bener2x gak bisa dipaksa.. jadi intinya adalah faktor personal preference dan personal “standard” of friendship.. yang sehat adalah kalau pertemanan itu dilandasi dengan rasa saling percaya, saling menghargai dan saling mendukung.. kalo hal ini dipenuhi ya pertemanan bisa menyenangkan dan langgeng, gimanapun ketemunya dan apapun “statusnya” .. Kalo nggak terpenuhi lama2x juga males temenan, karena jadinya suka timpang sebelah yang satu menjadi teman yang lebih baik dibanding yang lainnya (berasanya seperti ngasih terus, tapi nggak ada reciprocitynya).. Jadi gue sih mau mengundang teman2x untuk membuka diri terhadap pengalaman bertemu teman baru, baik dari Indonesia maupun bukan.. cobalah mengenali seseorang itu sebagai manusianya, orang per orang, dan tidak menstereotype atau memasukkan orang ke dalam “kotak2x” tertentu.. karena sebenarnya, alasan kita menggeneralize keadaan dan menstereotypekan orang adalah, kita itu tidak mau memberikan effort untuk mengerti orang tersebut “as a person”, kita nggak mau susah (mungkin merasa bahwa it’s not worth your while), makanya dimasukkin ke “kotak saja” karena ini membuat kita beranggapan seolah2x kita “tahu” orang tersebut.. padahal, biasanya begitu kalau kita tahu orang tersebut sebenarnya, ya dianya tidak begitu dan dugaan kita di awal itu meleset.. masing2x orang dilahirkan berbeda, kan… ??? Gue tidak mendeny bahwa ada orang2x yang kelakuannya seperti ibu-ibu PKK (Perempuan Kurang Kerjaan) yang memang senengnya itu kalo ada masalah, kalo ada konflik, perseteruan, geng-gengan dsb.. kayaknya, kalo nggak ada masalah itu, hidupnya hampa dan gak berarti.. Nah, kalo kebetulan ketemu orang2x begini , ya bilang aja.. KESIAN DEH LOEEEEEE … hehhehehehhehehe .. Just sharing my two cents...
| Start: | Jan 25, '08 11:00a | | End: | Jan 25, '08 12:00p | | Location: | Cosmopolitan Radio- Jakarta |
The what, when, why, where and hows of Intercultural Relationship atas informasi dari Sitha.. radio ini bisa didengarkan lewat internet Silakan ke sini buat yang mau denger Cosmo dan beberapa radio lain. Tp ingat perbedaan waktunya yaa... http://www.surfmusic.de/country/indonesia.htmlthanks tha!!
Pulang kantor kemaren sore gue ke Guardian di Pondok Indah Mall sambil jalan pulang untuk beli sampo Head and Shoulder dan nebus pil anti hamil di pharmacynya.. Seperti biasa doong, di guardian itu mbak mbaknya berjejer di tiap isle siap menawarkan produk-produk yang mereka jual. Mulai dari gue masuk, si mbak mbak dah sibuk nawarin.. “Dicoba mbak, obat langsingnya, baru mbak dari amerika nggak usah diet, nanti paha dan pantatnya bisa kecil…” dengan tampang polos…, sementara gue ngeliatinnya dah jutek abis.. “MAKSUD LOOOOO?????” secara gue emang lagi bootyliscious, tapi kebablasan, hehhehe….Jadi any mention tentang berat badan emang bikin tempra hihihihi… Walaupun gue gak ngomong, kayaknya body gue yang tinggi besar (dan juga pelototan judes gue) dah cukup membuat mbak itu mundur teratur …. Eh baru gue merasa tenang gak diberondong tawaran, tiba-tiba temennya kakak gue nepuk pundak gue, “LI!!!! Pakabar luu?? Selamet ya dah hamill, dari tadi gue ngeliatin liaaa bukan, sebab pangling kan elu gede bener…” cerocos si mbak dengan girangnya sementara gue nganga.. Padahal, sueeerr deh gue nggak segede2x itu amat.. buktinya celana dalem, BH dan jeans gue masih sama… Yaaah, walaupun di atas bagian pinggangnya ada deh “muffin top” yang rada tumpah dikit ke tepian hihihi… (biasyaaa defens.. tapi intinya GAK SEGITU GITUNYA DEEEEEHHH) Terus, gue bilang aja “ wahhh mbak, aku sih emang lagi gendut tapi belon mau hamil….” Kontan temen kakakku jadi sok sok gak enak gitu.. “ohhh belon ..?? Waah Kenapa?? Kapan doong?? Jangan Lama- lama ahhhh” yadda yadda yadda seperti biasa.. Jadilah gue terlibat dengan percakapan yang rada nggak comfortable karena dia antara gak enak, tapi terlanjur, tapi gimana doonggg, gitu kali kira-kira.. “Itulah, sok tau sih” (kata gue dalem ati, makanya kalo liat orang gak usah deh komentar fisik.. pasti salah dan orang gak ada yang seneng di komentarin kecuali kalo komentarnya flattering, ya manusiawi toohh??) Yang hebatnya si mbak-mbak yang dah mundur teratur tadi seperti seolah-olah dapet kekuatan baru, dia ikut aja gitu nimbrung di percakapan.. “Kalo obat langsing ini aman mbak buat orang habis melahirkan.. nggak pengaruh ke ASI..” Dengan tampang polosnya lagi… JEDUGGGGG!!! Pusing gue, ini mbak mbak ide dari mana pula, denger pembicaraan kita sepotong2x dia dengan hebatnya langsung aja nyimpulin.. SALAH PULA!!! Hadyyyuuuuuuhhhh…. Cape deeeeeehhh.. Gue langsung aja ninggalin ke arah farmasi untuk nebus pil anti hamil gue.. ini pembicaraan gue dengan Pharmacistnya yang ternyata nggak kalah ajaib: Lia: Mbak, saya mau nebus pill anti hamil, Yasmin (sambil nyerahin resep) Mbak Pharmacist: Yasminnya lagi kosong mbak, pake Microlut aja.. sama kok, malah lebih bagus buat mbak… Lia: Kalo abis gak papa, saya ke apotek lain aja, tapi Yasmin dan Microlut kandungannya gak sama mbak… jadi gak bisa dituker2x gitu aja.. (kata gue sedikit memberi warning) Mbak Pharmacist: Sama mbak.. kan namanya pil anti hamil itu ya semuanya mengandung hormon.. kadarnya aja beda beda.. Gue pikir, gile aja nih si mbak pake sembarangan.. kan bahaya main disama-samain aja.. jadi gue secara “halus” nunjukin bahwa gue tau bedanya… Jelek-jelek gini waktu di Hawaii itu kan salah satu titel gue jadi Pregnancy Prevention Specialist dan juga sampe sekarang kan gue jadi Sex Therapist yang bekutatnya dengan dokter2x OBGYN juga… yaaaa kudu ngerti lah soal beginian luar dalem… Jadi keluar lah “tanduk penataran” gue, karena menurut gue, yang si mbak omongin ini rada rada gak etis karena bisa membahayakan konsumen… Jadi kudu di TATAR. Lia: Setuju mbak, tapi horomon juga kan ada mac emnya.. kalo yasmin itu pil kombinasi estrogen kadar rendah 30 mikrogram dan progestin sementara Microlut itu kandungannya levonorgestrel (jenis hormon progestogen).. walaupun sama sama 30 mikrogram tapi beda hormon, jadi fungsinya beda.. Pil yang hanya mengandung progestogen itu biasanya untuk ibu-ibu yang sedang menyusui karena hormon ini kalau diminum nggak mempengaruhi jumlah dan mutu ASI karena tidak banyak menyusup ke ASI tersebut (Cieeeeeeee, bayangin gue dengan tampang serius kalo perlu pake kacamata dan kancing baju di pasang sampe leher plus dasi kupu-kupu) At this poin tampang mbak2xnya tuh udah asem banget, dengan tangan dilipet… walaupun dia mendengarkan kata-kata gue, keliatan banget dia itu dah nggak sabar pingin ngomong, so I let her speak.. Mbak Pharmacist: Kok mbak malah ngajarin saya, kan saya yang apoteker, Yang mbak bilang itu saya sudah tau, Apa mbak Dokter??? (Dari cara ngomongnya kayaknya sih dengan gak langsung dia mau bilang ke gue.. Sok Tau luu.. gitu .. hihihi) Lia: Nggak saya bukan dokter .. (Dengan tampang Jumawa) Mbak Pharmacist: Nahhh.. makanya mbak, karena saya mengerti keadaan mbak, makanya saya nyaranin Microlut, karena itu lebih baik.. Lia: Eehh.. bentar mbak .. “kondisi” saya?? Maksudnya?? Mbak Pharmacist: Iya mbak kan baru melahirkan dan sedang menyusui Lia: Hah?? Ide dari mana mbak??? Mbak Pharmacist: Itu kan kata temennya mbak baru melahirkan Wahahhahahhahahah ampuuunnn deeehhhh kenapa siiihhh… itulahhh kalo denger sepotong2x suka begini emang… yah dengan tampang lemes gue bilang, Lia: nggak mbak saya belon hamil, ngelahirin atau menyusui.. tadi pada salah kira.. Ehh si mbak dengan dodolnya masih nambahin gini lagi… Mbak Pharmacy: Ooohh biasa mbak, orang salah paham.. tapi dari body2xnya dah cocok kok .. GUBRAAAAKKKKKK… gue udah pusing langsung aja gue tinggalin sambil jalan ke luar dah malesssssssss banget… Pas gue ke luar, gak lama gue ketemu temen gue, dia bilang “Eh gue barusan ketemu mbak Ina dia bilang dia tengsin ma elu, karena dia dah nyerocos bilang kalo dia kirain elu lagi hamil .. wahahah gue pikir parah amat mbak Ina.. ternyata emang iya, ya elu gemukan banget dari waktu kawinan.. “ SIIYAAALLLAANNNNNNN (kata gue dalem hati)…. Gue cengengesan aja, sihhh (di luarnya…. tapi dalemnya gue sudah meratap sambil menyayat-nyayat hati gue dengan silet) … Pokoknya mulai hari ini gue harus ke GYM, gak peduli ujan petir poknya NO MOOORREEEEE dikira hamil… males banget dehhhhhhh… Pokoknya gue harus sit down and bikin game plan tentang masalah ini.. enaknya sih di JCo!!!!
Link: http://narisaman.blogspot.comLink kegiatan group tari saman di Honolulu juga liat di http://starbulletin.com/2006/03/24/features/story08.html waktu group kita mentas pertama kali di acara Indonesian Cultural day.. Di foto yang di koran, aku orang ke dua dari kiri..
Blog ini buat nyeritain kejadian2x dan ulah2x lucu orang2x di sekitar saya.. kalau kedodolan tentang saya sendiri, silakan baca blog saya yang terdahulu.. Link ini untuk Kalo Lia lagi Dodol Part 1 Link inu untuk Kalo Lia Lagi Dodol Part 2 1. Temen saya Dita kerja di Bank Tata di bagian account buat perusahaan .. suatu hari dia musti telpon ke sebuah perusahaan yang jadi kliennya untuk set up waktu meeting.. Dita: Selamat pagi ini dari Bank Tata, bisa bicara dengan Pak Wisnu? Resepsionis: Oh Iya, pak wisnu baru datang, sebentar ya BANG....  2. Temen saya namanya Cida, sekali waktu dia telpon temn saya yang lain yang namanya Yasmin, dan yang ngangkat ibunya Yasmin: Ibu Yasmin: Hallo... Cida: Sore tante, bisa bicara dengan Yasmin, ini dari Cida Ibu Yasmin: Pake Carlie atau Romeo? (Maksudnya Cida apa Rida karena Yasmin juga punya temen yang namanya Rida) Cida: Pake Charlie tante.. Ibu Yasmin: Ohhh bentar yah, tante bilangin Yasmin kalo ada telpon dari Charlida 3. Jaman kuliah kita suka maen ke rumah temen2x kebetulan kita lagi ke rumah yasmin, sambil nunggu yasmin ke luar, pembantunya nyugihin kita minuman, es sirop gitu warnanya biru.. Lia: Mbak, siropnya rasa apa (karena nggak pernah liat sirop warna biru dongg) Si Mbak: Emm, rasa manis non... 4. Ini masih jaman kuliah, aku lagi nongkrong di kantin ngobrol2x ma temen2x .. kebetulan ada temen yang saat itu baru nonton film Twister, jadi aku nanya 2x.. Lia: Lel, gimana film twisternya, bagus gak? Leli: Biasa aja ah.. efeknya sih keren, cuma banyak gak masuk akal gitu misalnya ini tornado dah disini, eh bendera yang deket ma tornado masa cuma keplek2x gitu padahal rumah segala macem dah ancur.. boong banget.. Tiba2x ada temen lain namanya Bianca ikutan nyamber sambil cerita berapi2x: Bianca: Iya tuh, nggak masuk akal banget, tapi nggak seberapa dibanding film Dragon Heart, sejak kapan ada naga bisa ngomong.. (Ehm bi, bukannya semestinya pertanyaannya "sejak kapan ada naga, gitu ya?? hheheh) 5. Waktu saya di Inggris, saya sering banget masak makanan indnesia sampe punya ulekan dan cobet segala. Suatu hari saya lagi masak, temensaya Akiko dari jepang masuk dapur dan ngobrol sambil berdiri deket saya.. tiba2x dia pegang ulekan batu dan dia liat2x terus dia nanya.. Akiko: How long does this thing last? Lia: For a really long time.. Akiko: How long? Lia: I dunno.. maybe years.. could be like 10 years even?? Akiko: So how do you eat it, you just lick it , then??? 6. Hari yang sama dengn kejadian ulekan ..Hari itu kan menunya pepes ikan sambel mangga, trus ada tempe goreng, ikanasin pokoknya lagi masak makanan jawa barat buat temen2x giu lah.. sesudah makan, kita biasanya gantian.. yang nggak masak itu bagian nyuci.. jadi hari itu gilirannya Akiko, veronika ma Megumi yang nyuci.. yang cowok2x beberes.. terus tiba 2x akiko ngomong gini ma Veronica.. Akiko: Vero, make sure you handle the green thing carefully.. don't let it tear.. veronica: What green thing? Akiko: That thing with mngo and fish inside.. (maksudnya daun pisang pembungkus pepes) Veronica: But those things are empty aki.. Akiko: I know.. but we have to wash it so Natalia can use it for another time.. 7. Keponakan aku Audi umurnya 5 tahun, itu apet banget sama Jason.. setiap kali Jason ke Jakarta dia pokonya harus nempel dan Audi ini juga salahsatu keponakan aku (aku punya total 17 ponakan) yang paling deket sama aku.. terus Maret tahun lalu, aku ma Jason pas ke Jakarta buat lamaran, tiba2x Audi bilang, Audi: Antia & Uncle J, can we go somewhere private, I need to talk to you guys.. (gaya nggak seehhh) trus aku ma Jason ikutin Audi ke kamarnya.. trus dengan tampang serius dia bilang gini: Audi: Uncle J, I heard from Mami you ar going to marry Antia.. mmm I have aquestion.. If you marry her, can we still be friends? Jason: Of course Audi, not only we're still friends, I'll be your uncle too Audi: So you're NOT my uncle now? But I already call you oncle.. oooh noo.. (sambil dengan gaya dramatis tanganny ditaruh di kening..) Jason: It's okay.. now it's just formality.. Audi: Are you guys going to have kids? Lia & Jason: Ya, someday.. Audi: Well, If you have kids and I have kids.. will our kids be friends?? 8. Ini tentang keponakan aku adis, waktu itu kakakku Cepi dan keluarganya tinggal di Milton Keynes, Inggris pas kakakku nyelesain PhDnya di Aeronautic Engineering.. Adis Umurnya kira 2x 4 tahunan da dah di preschool.. Suatu hari kita lagi nyupir semua sekeluarga ke Stratford upon Avon.. di jalan tiba tiba Adis bilang: Adis: Look, it's baby Jesus! Kita semua kaget.. Mas Cepi: Mana dis? Adis: There, on someone's land.. a lot of baby Jesus.. Kita bingung nyari2x ini apa yang dia maksud.. karena nggak ngerti aku nanya.. Lia: Dis emang baby Jesus itu apa sih?? Adis: Itu antia, rumput basi.. (maksudnya jerami) setelah diselidiki ternyata sebelon natal di sekolahnya itu ada nativity scene, tapi di kotak jeraminya nggak ada "bayi yesus" yang ada cuma kotak isinya jerami dan gurunya bilang .. "students, this is baby Jesus" jadi Adis ngira gurunya bilang jerami itu lah yang namanya baby jesus.. hehe nggak salah dia doongg.. 9. Karena keseringan babysit but ponakan dari jaman mereka kecil, aku suka bikin mainan sendiri misalnya hand pupet, terus bikin stagenya gitu.. pokoknya keponakan diikut sertakan semua dalam proses bikin.. terus salah satu babysitter ponakan aku si kokom, bilang gini.. Kokom: Enak euy jadi ponaknnya antia Lia: Kenapa emang kom Kokom: (Sok ngmong bahasa inggris) Because Antia, you are very creation.. 10. Waktu pulang terahir kemaren ke Jakarta, koper aku dan Jason sempet ilang.. Setelah di track, kata orang Airlinesnya, kopernya sebenernya ada masih di Taiwan, tapi kira2x baru bisa balik kopernya 3 harian.. wahh, sementara kita nggak ada ganti sama sekali.. jadi begitu dari Airport aku dan Jason langsung ke plasa Indonesia buat beli baju sementara.. kita ke sana karena itu yang deket rumah plus, ada M&S yang ada sizenya Jason.. pas udah dapet beberapa ganti, ngantrilah kita di kasir.. kebetulan di depanku juga ada bapak2x bule gitu mau bayar.. ini percakapan si mbak2x Sogo dengan bapak2x bule: Mbak Sogo: Maap pak, mesinnya rusak ggak bisa pake kartu kredit, tunai saja.. si bapak2x bulenya bingung, dia nanya Bapak Bule: I' m sory? trus si mbak2xnya ngelanjutin gini (bacanya sambil pake logat ngomong inggris ya..) Mbak Sogo: Sowry thidak bisya pakhe credit card, the mesyin not working 11. Saya punya supir namanya Pak Aslori dan Pak Aslori punya anak laki2x .. suatu hari saya di beri tahu oleh supir yang lain kalau anaknya Pak Aslori hari itu ulang tahun.. Saya dan kakak saya beli kado dan kartu buat anaknya pak Aslori, cuma kita nggak yakin gimana dia ngeja namanya, Pak Aslori selalu nyebutnya "Ipan" saya yakin sebenernya bisa Ifan atau Ivan , dooong.. jadi aku nanya.. Lia: Pak Aslori, anak pak aslori itu namanya pake "ef" atau pake "Ve"? Pak Aslori: Pake "pe" mbak Lia: ohh pake Pe jadi beneran Ipan gitu? Pak Aslori: Iya mbak.. Terus aku nulis lah namanya I..P..A..N .. gitu terus pak aslori sambil ngeliatin aku nulis bilang gini.. Pak Aslori: Mbak lia, salah nulisnya mbak.. pake "Pe" (sambil tangannya bikin tanda V) seperti "Piktor" gitu loh mbak..
Hi all! saya lagi bikin tulisan dan saya butuh sekali bantuan semuanya.. (terutama banget dari orang yang lama tinggal di luar), tapi siapa aja masukannya saya terima kok.. tulisan saya adalah tentang JAJANAN, tolong banget yaa sebanyak2xnya respons ke saya.. kalau perlu di forward ke teman2x Indonesia lain walaupun mereka bukan member Multiply tolong jawab pertanyaan di bawah ini.. 1. bagaimana anda mendefinisakan "jajan" dan "jajanan" 2. Mengapa "jajan" atau "jajanan" itu punya nilai spesial buat anda, kenapa bisa kangen, apanya yang buat kangen? 3. Kenapa menurut anda jajanan itu "unik" dan bisa jadi khas budaya Indonesia? 4. Apa yang bisa di gambarkan dengan budaya "jajanan" ? 5. Makanan tipe jajanan/ kaki lima / pinggiran apa yang biasanya dikangeni? 6.Makanan tipe jajanan/ kaki lima / pinggiran apa yang sulit didapatkan di restoran indonesia? 7. Makanan tipe jajanan/ kaki lima / pinggiran apa yang sering dibuat sendiri di rumah? 8. Makanan tipe jajanan/ kaki lima / pinggiran apa yang tidak pernah berhasil dibuat dengan sukses di rumah (tapi pingin banget bisa/ nyoba)? 9. Makanan tipe jajanan/ kaki lima / pinggiran apa yang resepnya sulit didapat? sementara ini segitu dulu.. tolong jawabannya di post disini atau email ke saya di blademaiden7@yahoo.com terima kasih saya tunggu yaaa..... Salam, manis dan penasaran
Lia
| |