Pernah liat iklan Kotex yang baru, di TV? Disitu di gambarin wanita yang aktif, ceritanya dia model atau bintang film yang bisa berkuda, main anggar , dll .. Terus terang gue seneng dengan tema “empowerment” begini dimana perempuan nggak hanya diexpose sisi “stereotype” femininnya tapi juga ditunjukkan potensinya sebagai manusia in general.
Tapi, kalo gue ngeliat bagian dimana si perempuan main anggar, gue jadi geregetan sendiri.. KENAPA????? Karena NGACO!! Gue nggak ngerti deh siapa yang ditanya sebagai advisor tapi yang jelas itu salah dan ketauan bahwa dia bukan “real fencer”, bener2x nggak convincing gitu... Orang yang beneran main anggar pasti ketawa liatnya karena kesalahannya mendasar dan fatal. Ngaconya di mana sih.. ?? Secara singkat, ini yang salah: Si cewek itu pake seragam dan masker epee, gaya serangannya juga epee dan foil, tapi blade (pedangnya) adalah sabre. Aduh pilih aja salah satu kenapa sihh..??? Mau Epee, Foil, apa mau Sabre?? Yang konsisten dong ah!!! Yang kedua, dia right handed tapi zippernya ada di kanan, Woy kalo right handed , zipper itu di kiri biar gak nyangkut dan ngalangin scoring (untuk yang model baju zipper depan), atau di belakang sekalian.
Secara dasarnya di olah raga anggar itu ada 3 macam senjata yaitu Foil (disini disebut Florette), Epee, dan Sabre (Sabel) . Dari ketiga senjata ini aturan, scoring dan jenis “serangannya” beda.. nah konsekuensinya, peralatannya juga beda untuk mengakomodasi scoringnya. Kita bahas satu satu mulai dari Foil yah..
Yang paling banyak aturannya adalah Foil. Kalo liat senjatanya , cari yang hand guardnya paling kecil. Foil ini lebih mementingkan presisi dan “grace”. Maka dari itu dalam scoringnya ada yang
dinamain “right of way” kalo kita “touche” pada saat yang bersamaan, wasit akan melihat siapa yang punya right of way ini dengan cara siapa yang “urutannya” paling bener untuk bikin serangan . Area serangannya adalah bagian trunk ( dada, pundak, perut , dan termasuk belakang). Maka dari itu kalau pertandingan Foil, si atlit harus pake Lamee atau rompi yang terbuat dari bahan metalik di sekitar torsonya, jadi kalau touchenya berada di target area (yang ditutup lamee), nilainya akan tercatat di scoring machine yang dihubungkan pakai kabel ke pedang si atlit. Kalau touchenya ini misalnya nggak kena daerah target (di kaki atau di tangan misalnya) ini akan meregister “out of target” atau “salah kebet nih yeee..” gitu.. Foil ini adalah senjata yang biasanya duluan di ajarkan kalau baru mulai main anggar karena banyaknya aturan dan “form” badan yang harus di jaga.. takutnya kalau diajarkan yang lain dulu, belakangan akan jadi susah menghaluskannya.. Untuk bisa score banyak/ jago di foil, nggak perlu kuat tapi perlu presisi dan blade control yang baik. Kita harus latihan supaya pedang itu seperti perpanjangan tangan kita aja.. Kita harus bisa mengontrol pedang seperti mengontrol tangan kita. Gaya serangan adalah “point” atau “thrust” atau ditusuk. Foil ini sangat bagus untuk mengajar “grace” pada perempuan yang grasak-grusuk seperti gue hehehehe…
Yang kedua namannya epee. Target dari senjata epee ini ada lah seluruh badan, including masker dan ujung sepatu, dan even tangan . Karena seluruh badan adalah target, pedang ini memiliki bell guard (pelindung tangan) yang paling besar.
Dan juga saat pertandingan, si atlit tidak memakai lamee karena semua bagian tubuh kalau tersentuh oleh pedangnya langsung ter register sebagai touche dan mendapat score. Di dalam Epee tidak ada right of way. Jadi kalo serangan dilakukan bersamaan dan keduanya “touche” maka kedua belah pihak dapat score. Untuk bisa menang di senjata ini, seseorang butuh kecepatan dan kejelian yang tinggi selain juga blade precision seperti pada Foil. Epee dikenal sebagai punya aturan yang “anything goes” maka kelihatannya lebih seru dan rada bar-bar karena semua bagian tubih bisa di serang. Cara menyerang dengan epee ini juga adalah dengan menusuk atau “thrust” . Kalau orang kelamaan main foil dia biasanya suka kecolongan karena tidak menjaga dan menggerakkan kakinya fast enough, jadi kakinya biasanya jadi target "empuk" karena disodorin ke depan..
Yang terahir namanya Sabre. Dalam Sabre , yang jadi target adalah pinggang ke atas dan kepala. Makanya lamee (rompi) Sabre itu yangan panjang dan maskernya
juga beda karena harus melindungi atlet dari serangan kepala dan bisa meregister/ menghantar score ketika touche. Jadi kabel scoring nya dihubungkan ke lame, mask dan juga pedan. Bentuk serangannya adalah “slash” atau memotong. Jadi menggunakan sisi pedang bukan ujungnya. Maka dari itu bentuk pedang sabre itu yang ada bagian melengkungnya untuk melindungi tangan dari “potongan” lawan Untuk jelasnya liat di gambar yah.. Permainan ini juga cenderung cepat dan gesit. Nggak banyak perempuan yang mendalami sabre karena suka takut. Padahal sekali di kuasai permainan ini sangat menyenangkan.
Didalam olah raga anggar dikenal yang namanya “weapon of choice” atau pilihan senjata.. Biasanya kalau sudah tanding, seseorang bisa memainkan ketiganya tetapi belum tentu jagonya sama di antara ketiga senjata tersebut. Orang yang bisa secara baik menggunakan ketiga-tiganya di sebut “triple threat” dan gue bercita2x sekali bisa jadi tripple threat ini. So far gue hanya tanding Foil dan Epee aja, sementara Sabre cuma buat main2x dan buat ngilangin frustrasi aja hehehehe.. Untuk bisa jago ketiga2x nya memang susah karena otak bener2x musti mengontrol mana defense dan offense yang efektif untuk masing2x tanpa mengacaukan aturan main. Ini butuh latian yang keras juga lama.
Sekali ngerti aturan anggar, sebenarnya menontonnya jadi sangat menyenangkan. Yang dibutuhin across the board kalo kita mau jago anggar, sekali lagi bukanlah “force” tapi agility (kelihaian) dan precision. Punya Pede yang tinggi juga sangat berguna untuk PSYCH WAR sebelum tanding.. Seringkali walaupun keduanya menguasai teknik yang baik kalo salah satu lebih pede, lawannya suka jadi mengkeret dan semua langkah serangan dan defensnya jadi terbaca. Nah sekali kita bisa baca “kelemahan” ini di lawan, kita harus bisa mempergunakannya . Kadang2x gue ngerasa kalau sedang tanding, ilmu psikologi gue berguna banget untuk “ngebaca” ini dan juga untuk “mengelabui” lawan2x .. tapi buanyak banget yang jago2x yang walaupun kita
bisa “liat dan baca” permainannya kita nggak bisa nandingi kecepatannya, jadi tetep aja kita kena heheheheh… Anggar itu adalah olah raga strategi, seperti catur.. kita harus bisa mengantisipasai gerakan lawan beberapa move sebelumnya, kalo nggak kita pasti merasa keteter dan ini yang bisa mengacaukan permainan kita sendiri. Maka dari itu fencing sering juga disebut “physical chess”. Kadang2x berguna untuk liat video rekaman lawan saat dia tanding, jadi kita bisa liat dimana kelemahannya dan mana “serangan andalannya” jadi kita bisa latian untuk menghindari..
Hhhh ngomongin ini gue jadi kangen main anggar lagi.. dah semenjak pindah ke Jakarta gue belon main lagi secara semua peralatan gue masih nyangkut di Hawaii, juga sayangnya di Jakarta nggak ada club anggar yang cuma “buat fun” yang ada cuma di senayan aja untuk mempersiapkan atlit nasional.. O iya anggar ini banyak gunanya buat perempuan yaitu bikin kita sigep nggak klemar klemer juga bagus untuk ngencengin paha dan bokong karena gerakan lungesnya kan banyak.. tapi ya itu puanassss booww kalo dah pake seragam, karena seragam yang bagus itu terbuat dari fiber nylon dan katun yang bisa menahan serangan pedang biar gak sobek.. makanya dibuat sedemikian rupa ketebalannya...Standarnya kalo buat tanding resmi (misalnya di national tournament atau olimpiade) itu dia bisa menahan "puncture" minimal sebesar 800 Newton. Kalo pertandingan biasa di dalam club atau "persahabatan" minimal 450 N udah cukup. jadi kadang belon begerak keringetannya dah buanyaakk banget. Yang penting untuk peralatan adalah kekuatan dan keselamatannya, karna kalo nggak jadinya resiko cederanya besar.. Kalo pelindungnya sufficient, paling biru2x doang , hehehheehhe gak papa kan.. kalo di antara atlet sendiri kadang malah bangga tuh kalo biru2x dibilangnya punya "battle wound" hehehe
Ngomongin ttg “kesalahan” di TV dan film tentang anggar ini, sebenernya nggak hanya di Indonesia sihhhhh, film sekaliber James Bond pun (film Die Anoteher Day) masih juga salah bow.. Si james Bond(diperankan oleh Pierce Brosnan) kan right handed, tapi zippernya juga dikanan.. Inget kan adegan dimana ada Madonna di Salle (tempat latihan) anggar??? Hadddoooh Mr Bond, ngomong dulu deh ma Ikk, yuuukkkkkkk… mareeeee… hehehehhehehe