natalia's posts with tag: iklan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag iklan
Blog EntryIklan Kotex Ngaco Ih!Apr 21, '08 1:41 AM
for everyone

Pernah liat iklan Kotex yang baru, di TV? Disitu di gambarin wanita yang aktif, ceritanya dia model atau bintang film yang bisa berkuda, main anggar , dll .. Terus terang gue seneng dengan tema “empowerment” begini dimana perempuan nggak hanya diexpose sisi “stereotype” femininnya tapi juga ditunjukkan potensinya sebagai manusia in general.

Tapi, kalo gue ngeliat bagian dimana si perempuan main anggar, gue jadi geregetan sendiri.. KENAPA????? Karena NGACO!! Gue nggak ngerti deh siapa yang ditanya sebagai advisor tapi yang jelas itu salah dan ketauan bahwa dia bukan “real fencer”, bener2x nggak convincing gitu... Orang yang beneran main anggar pasti ketawa liatnya karena kesalahannya mendasar dan fatal. Ngaconya di mana sih.. ?? Secara singkat, ini yang salah: Si cewek itu pake seragam dan masker epee, gaya serangannya juga epee dan foil, tapi blade (pedangnya) adalah sabre. Aduh pilih aja salah satu kenapa sihh..??? Mau Epee, Foil, apa mau Sabre?? Yang konsisten dong ah!!! Yang kedua, dia right handed tapi zippernya ada di kanan, Woy kalo right handed , zipper itu di kiri biar gak nyangkut dan ngalangin scoring (untuk yang model baju zipper depan), atau di belakang sekalian.

Secara dasarnya di olah raga anggar itu ada 3 macam senjata yaitu Foil (disini disebut Florette), Epee, dan Sabre (Sabel) . Dari ketiga senjata ini aturan, scoring dan jenis “serangannya” beda.. nah konsekuensinya, peralatannya juga beda untuk mengakomodasi scoringnya. Kita bahas satu satu mulai dari Foil yah..

Yang paling banyak aturannya adalah Foil. Kalo liat senjatanya , cari yang hand guardnya paling kecil. Foil ini lebih mementingkan presisi dan “grace”. Maka dari itu dalam scoringnya ada yang dinamain “right of way” kalo kita “touche” pada saat yang bersamaan, wasit akan melihat siapa yang punya right of way ini dengan cara siapa yang “urutannya” paling bener untuk bikin serangan .  Area serangannya adalah bagian trunk ( dada, pundak, perut , dan termasuk belakang). Maka dari itu kalau pertandingan Foil, si atlit harus pake Lamee atau rompi yang terbuat dari bahan metalik di sekitar torsonya, jadi kalau touchenya berada di target area (yang ditutup lamee), nilainya akan tercatat di scoring machine yang dihubungkan pakai kabel ke pedang si atlit. Kalau touchenya ini misalnya nggak kena daerah target (di kaki atau di tangan misalnya)   ini akan meregister “out of target” atau “salah kebet nih yeee..” gitu.. Foil ini adalah senjata yang biasanya duluan di ajarkan kalau baru mulai main anggar karena banyaknya aturan dan “form” badan yang harus di jaga.. takutnya kalau diajarkan yang lain dulu, belakangan akan jadi susah menghaluskannya.. Untuk bisa score banyak/ jago di foil, nggak perlu kuat tapi perlu presisi dan blade control yang baik. Kita harus latihan supaya pedang itu seperti perpanjangan tangan kita aja.. Kita harus bisa mengontrol pedang seperti mengontrol tangan kita. Gaya serangan adalah “point”  atau “thrust” atau ditusuk. Foil ini sangat bagus untuk mengajar “grace” pada perempuan yang grasak-grusuk seperti gue hehehehe…

Yang kedua namannya epee. Target dari senjata epee ini ada lah seluruh badan, including masker dan ujung sepatu, dan even tangan . Karena seluruh badan adalah target, pedang ini memiliki bell guard (pelindung tangan) yang paling besar. Dan juga saat pertandingan, si atlit tidak memakai lamee karena semua bagian tubuh kalau tersentuh oleh pedangnya langsung ter register sebagai touche dan mendapat score. Di dalam Epee tidak ada right of way. Jadi kalo serangan dilakukan bersamaan dan keduanya “touche” maka kedua belah pihak dapat score. Untuk bisa menang di senjata ini, seseorang butuh kecepatan dan kejelian yang tinggi selain juga blade precision seperti pada Foil. Epee dikenal sebagai punya aturan yang “anything goes” maka kelihatannya lebih seru dan rada bar-bar karena semua bagian tubih bisa di serang. Cara menyerang dengan epee ini juga adalah dengan menusuk atau “thrust” . Kalau orang kelamaan main foil dia biasanya suka kecolongan karena tidak menjaga dan menggerakkan kakinya fast enough, jadi kakinya biasanya jadi target "empuk" karena disodorin ke depan..

Yang terahir namanya Sabre. Dalam Sabre , yang jadi target adalah pinggang ke atas dan kepala. Makanya lamee (rompi) Sabre itu yangan panjang dan maskernya juga beda karena harus melindungi atlet dari serangan kepala dan bisa meregister/ menghantar score ketika touche. Jadi kabel scoring nya dihubungkan ke lame, mask dan juga pedan. Bentuk serangannya adalah “slash” atau memotong. Jadi menggunakan sisi pedang bukan ujungnya. Maka dari itu bentuk pedang sabre itu yang ada bagian melengkungnya untuk melindungi tangan dari “potongan” lawan Untuk jelasnya liat di gambar yah..  Permainan ini juga cenderung cepat dan gesit. Nggak banyak perempuan yang mendalami sabre karena suka takut. Padahal sekali di kuasai permainan ini sangat menyenangkan.

Didalam olah raga anggar dikenal yang namanya “weapon of choice” atau pilihan senjata.. Biasanya kalau sudah tanding, seseorang bisa memainkan ketiganya tetapi belum tentu jagonya sama di antara ketiga senjata tersebut. Orang yang bisa secara baik menggunakan ketiga-tiganya di sebut “triple threat” dan gue bercita2x sekali bisa jadi tripple threat ini. So far gue hanya tanding Foil dan Epee aja, sementara Sabre cuma buat main2x dan buat ngilangin frustrasi aja hehehehe.. Untuk bisa jago ketiga2x nya memang susah karena otak bener2x musti mengontrol mana defense dan offense yang efektif untuk masing2x tanpa mengacaukan aturan main. Ini butuh latian yang keras juga lama.

Sekali ngerti aturan anggar, sebenarnya menontonnya jadi sangat menyenangkan. Yang dibutuhin across the board kalo kita mau jago anggar, sekali lagi bukanlah “force” tapi agility (kelihaian) dan precision. Punya Pede yang tinggi juga sangat berguna untuk PSYCH WAR sebelum tanding.. Seringkali walaupun keduanya menguasai teknik yang baik kalo salah satu lebih pede, lawannya suka jadi mengkeret dan semua langkah serangan dan defensnya jadi terbaca. Nah sekali kita bisa baca “kelemahan” ini di lawan, kita harus bisa mempergunakannya . Kadang2x gue ngerasa kalau sedang tanding, ilmu psikologi gue berguna banget untuk “ngebaca” ini dan juga untuk “mengelabui” lawan2x .. tapi buanyak banget yang jago2x yang walaupun kita bisa “liat dan baca” permainannya kita nggak bisa nandingi kecepatannya, jadi tetep aja kita kena heheheheh…  Anggar itu adalah olah raga strategi, seperti catur.. kita harus bisa mengantisipasai gerakan lawan beberapa move sebelumnya, kalo nggak kita pasti merasa keteter dan ini yang bisa mengacaukan permainan kita sendiri. Maka dari itu fencing sering juga disebut “physical chess”. Kadang2x berguna untuk liat video rekaman lawan saat dia tanding, jadi kita bisa liat dimana kelemahannya dan mana “serangan andalannya” jadi kita bisa latian untuk menghindari..

Hhhh ngomongin ini gue jadi kangen main anggar lagi.. dah semenjak pindah ke Jakarta gue belon main lagi secara semua peralatan gue masih nyangkut di Hawaii, juga sayangnya di Jakarta nggak ada club anggar yang cuma “buat fun” yang ada cuma di senayan aja untuk mempersiapkan atlit nasional.. O iya anggar ini banyak gunanya buat perempuan yaitu bikin kita sigep nggak klemar klemer juga bagus untuk ngencengin paha dan bokong karena gerakan lungesnya kan banyak.. tapi ya itu puanassss booww kalo dah pake seragam, karena seragam yang bagus itu terbuat dari fiber nylon dan katun yang bisa menahan serangan pedang biar gak sobek.. makanya dibuat sedemikian rupa ketebalannya...Standarnya kalo buat tanding resmi (misalnya di national tournament atau olimpiade) itu dia bisa menahan "puncture" minimal sebesar 800 Newton. Kalo pertandingan biasa di dalam club atau "persahabatan" minimal 450 N udah cukup.  jadi kadang belon begerak keringetannya dah buanyaakk banget. Yang penting untuk peralatan adalah kekuatan dan keselamatannya, karna kalo nggak jadinya resiko cederanya besar.. Kalo pelindungnya sufficient, paling biru2x doang , hehehheehhe gak papa kan.. kalo di antara atlet sendiri kadang malah bangga tuh kalo biru2x dibilangnya punya "battle wound" hehehe

Ngomongin ttg “kesalahan” di TV dan film tentang anggar ini, sebenernya nggak hanya di Indonesia sihhhhh, film sekaliber James Bond pun (film Die Anoteher Day) masih juga salah bow.. Si james Bond(diperankan oleh Pierce Brosnan) kan right handed, tapi zippernya juga dikanan..  Inget kan adegan dimana ada Madonna di Salle (tempat latihan) anggar??? Hadddoooh Mr Bond, ngomong dulu deh ma Ikk, yuuukkkkkkk… mareeeee… hehehehhehehe


Blog EntryObsesi PutihMar 26, '08 5:32 PM
for everyone

Terus terang kalo gue liat iklan di TV sekarang gue bingung.. kenapa semua produk kecantikan kulit itu SEMUANYA promoting kulit supaya jadi putih ini beberapa contohnya (sori kalo kurang lengkap yah , secara ikk nggak khusus nongkrongin tivi untuk mendata heheheh ini kebetulan aja waktu hari minggu gue dan Jason seharian di rumah buat leyeh-leyeh dan nonton tivi): Ponds flawless white dengan tagline “hanya dengan tujuh hari” ..Biore whitening blemish care dengan Tagline “untuk wajah bening memukau” Citra hazeline white, Ponds perfect care moisturizer,  dengan taglinenya “jadi lebih putih tidak mengilap”, Dewi whitening series, taglinenya “Putih wangi, putih lembut.. seputih mutiara.” Putihnya sabun bengkoang purbasari double whitening, Citra beauty lotion whitening bengkoang dan masih banyak lagi.. Sampai ada suatu produk yang memberi semacam indikator untuk menunjukkan berapa putih sih kulit kita sebelum dan sesudah memakai produk itu.. namanya lupa.. keluarannya Ponds kalo gak salah..

Nah kalo di liat di atas, semua produk tersebut ada kata white atau putih, baik di produknya langsung ataupun di Taglinenya.. Trus gue Cuma mikir.. WHAT THE HECK HAPPENED TO KULIT KUNING LANGSAT DAN SAWO MATANG yang sebenernya lebih asli menggambarkan karakter kulit orang Indonesia?? Orang Indonesia itu kan kulit yang dibilang “putih” pun sebenernya under “tone”nya bukan putih porselen kayak kulit orang cina, jepang atau korea.. kulit kita kan rada gelap sebenernya dibanding mereka (jepang, cina , korea) itu..

Yang bikin gue sedih, Citra, sebagai produk yang dulu menggembar-gemborkan tagline “untuk kulit Indonesia” kenapa jadi ikut2x an begini..?? emang kenapa sih ?? Apakah di masyarakat itu memang segitu obsesinya sama kulit putih?? Kalo gue pribadi terus terang as long as kulit nggak kusem, nggak jerawatan, jadi… keliatan bersih terawat gitu, gue udah seneng , nggak ngaruh warnanya apaan..  Karena kulit  sehat kan nggak harus putih.. gitu looo…

Nahh.. gue pikir, sehari gue nonton tivi aja, gue udah ngerasa overwhelmed dengan produk pemutih itu.. (yang lama2x ngalahin pemutih gigi dan baju).. Gimana orang yang kerjanya nongkrongin tivi tiap hari ya..?? UNDERLYING Message yang di push ke consumer kan kira-kira dengan putih itu orang itu jadi LAKU, nggak Jomblo, Desirable, terus ceria, PeDe dan ultimately Bahagia..   Seberapa banyak ya kira2x orang yang jadi kemakan iklan..?? Mmmm … Curious.

Karena gue sedikit “bothered” dengan segitu obsesi putih ini di push di tivi, gue jadi nanya2x ma kakak2x perempuan gue.. maklum gue kadang ngerasa out of the loop aja gitu, rada2x clueless, karena nggak pernah peduli hal2x beginian.. hehehe.. gue nanya.. semenjak kapan kah orang2x (terutama di jakarta) kayaknya mulai obsesi ma kata “putih” ini??? Waktu gue ngobrol , kebetulan ada temen2x kakak2x gue yang lagi pada ngumpul jadi kebetulan banget gue jadi banyak masukan..

Menurut ibu2x tersebut sebenernya mulai kerasa banget itu tahun 1998 an dengan hadirnya klinik2x perawatan kulit seperti “epiderma” dan “Obagi”  yang bisa mem “bleach” kulit orang jadi putih… terus.. karena produk2x itu mahal, mulai deh produk lokal mulai menambahkan Hydroquinone  di dalamnya dan mulai juga orang2x mengimpor kosmetik dari cina yang mengandung hydroquinone ini.. kata kakak2x gue malah samapai di daerah kota banyak bener produk2x ini sebenernya palsu jadi bisa bahaya banget buat kulit karena kandungan di dalemnya gak jelas.. setelah gue look up di internet, ternyata hydroquinone udah banyak dilarang pemakaiannya di eropa dan Amerika  untuk make up/ perawatan yang bisa di beli over the counter (kecuali pakai resep untuk obat2x tertentu) karena bisa menimbulkan kanker kulit.. jadi pemakaiannya harus sangat hati2x misalnya hanya boleh malam hari, gak boleh kena matahari dan harus dibilas bersih sebelum kita keluar rumah dan harus pake pelindung matahari.. gitu katanya..  Katanya lagi, banyak memang orang yang asal pingin putih, terus kemakan iklan produk “dari luar” langsung deh berlomba2x make yang ada bukannya jadi bagus, kulit jadi merah, mengelupas dan malah bermasalah.. ihh ngeri amat, mau cantik aja sengsara begitu… Nah sekarang klinik2x seperti itu memang jadi tambah banyak misalnya DR’s Secret, DR Kayama, dll.. jadi kayaknya emang “kecantikan” itu sebagai industri, sangat laku keras di Indonesia…

Padahal kalo udah kulit apa lagi daerah muka, mendingan ke dokter kulit deh kalo mau ngerawat gak usah asal … milih2x sendiri, apa lagi kalo kulitnya bermasalah.. itu mah udah kudu deh…  Ini yang gue pelajari dari pengalaman sendiri…waktu gue masih di US dah mau pulang, gue beli banyak skin cleanser, toner dan moisturizer yang biasa gue pake , untuk persediaan setaun deh, sebab kan di jakarta nggak ada, gitu gue pikir.. yang ada sesampainya di jakarta, gak sampe seminggu.. muka gue beruntusan jerawat terutama daerah jidat dan dagu.. wahh kenapa juga, padahal gue gak pernah2xnya jerawatan… Jadi, instead of beli produk muka di toko, gue memutuskan untuk ke dokter kulit. Si dokter ini terus bilang bahwa alesannya gue jerawatan adalah karena gue pake produk yang bukan di peruntukkan untuk kulit gue di iklim tropis, jadi lotion dsbnya itu clogging pori2xgue yang terus bikin jerawat. Wahhh ya udah deh gue nurut aja di kasih cleanser, toner dan moisturiser yang buat kulit gue dan memang bener, gak lama kemudian, kulit gue emang jadi nggak jerawatan lagi deh,  dah kayak biasa..   

Gue jadi puwas dah ngobrol2x ngeluarin kebingungan gue ini dengan temen2x kakak gue.. jadi lebih ngerti laaah bahwa ini sebenernya “lagu lama” Cuma sekarang sudah merambah ke produk perawatan sehari2x aja.. gituuu… jadi “masalah sosial”nya yang sebenernya dah latent.. terus gue jadi mikir.. “orang itu mengasosiasikan putih dengan apa ya jadinya..?? Why is it so desirable?” Sebab kan nggak mungkin produk itu berlomba2x ngeluarin produk yang bisa memutihkan kalo ternyata nggaka da yang beli.. ada demand harus ada supply duooonggg.. Insight buat masalah ini surprisingly gue dapetin tadi siang tanpa sengaja waktu gue ke rumah bokap buat anterin makanan..  

Begitu gue ketemu bokap, komentar pertama yang dia bilang adalah:

Bokap: Loohh kamu kok putih banget dek?? Hehehe mulai ketularan Jason, Jadi bule bentar lagi

Sambil bingung gue bilang

Lia: Loh kan emang adek putih, Dad, gimana sih..??

Bokap: Iya emang kamu kan aslinya putih, tapi waktu di Hawaii kan sempet keling bener waktu kamu olahraga mendayung itu..

Ahhh.. ngerti deh gue.. emang waktu di Hawaii itu, gue seneng bener main di luar rumah..ya namanya alamnya bersih ya, jadi kerja gue itu hiking atau mendayung atau main di laut  sepulang kerja atau kadang malah sebelon kerja, pokoknya kapan ada kesempatan gue nyebur, secara di jakarta kalo mau nyebur di laut pan susah bener.... Dan rumah gue disana itu di daerah waikiki jadi gak susah buat ke pantai, tinggal nyebrang ehhehehehehe

Lia: Emang kenapa kalo keling?

Bokap: Ya gak papa.. lucu juga liat kamu item kayak dakocan, apalagi bibirnya kriting gitu ehhehe

Ehh trus ajudan bokap yang lagi nganterin surat2x yang musti bokap tanda tanganin jadi nimbrung

Ajudan Bokap: Keliatan anak Pak try nya mbak kalo putih..

 mm bingung dong gue..

Lia:  maksudnya, om?

Ajudan Bokap: ya kan kalo anak bapak putih –putih mbak.. kalo yang item itu mbak2x orang belakang…

Lia: Eh?? Maksudnya (bolot kan gue)

Ajudan Bokap: Kalo item tuh mbak, orang kan ngiranya orang kampung , kere gitu loh mbak gak bonafid.. kalo putih kan keliatan anak orang gedongannya..

Lia: Masak sih om?? (Masih disbelieve tapi gue dah pingin ngakak..)

Ajudan Bokap: Iya mbak .. kalo kulitnya item2x gitu kulit pembantu mbak, kalo majikan harus putih..  dan mbak Lia jangan item lagi kayak dulu ya (dengan tampang concern)

Lia: Kenapa Om??? (Bingung lagi gue…)

Ajudan Bokap: Nanti dikira cewek2x “ayam” , kan mbak Lia sama Mas jason terus, nanti orang gak mikir istrinya, atau nggak tau kalo mbak anaknya bapak..  nanti dikira perempuan bawaan.. Kan malu mbak

Lia: Huwahahhaha (at this point gue dah nggak nahanin dan si bokap bingung  gitu dengerin pembicaraan gue dengan si ajudannya) Kok malu???

Ajudan Bokap: Iya masak anak Pak Try dikira cewek bawaan..

Lia: lah kan gak papa om, asik bisa pura2x gitu malah seru, orang gak ada yang tau ini.. (hihihi)

Ajudan bokap: Iya kan orang bilang gitu mbak , bule itu senengnya sama yang item2x gitu.. makin kayak pembantu makin laku, jadi mbak lia jangan item2x ya mbak.. kasian bapak, anaknya disamain sama pembantu (dengan tampang melas)   

Lia: Masak segitunya om?? (Bingung looohh kok jadi malah ngomongin steretype cewek2x yang jalan ma bule)

Ajudan bokap: Iya mbak percaya aja deh.. Kalo mbak Lia putih, kan orang bakal bilang “ya wajar suaminya bule karena anak orang punya ketemu suami pasti waktu sekolah di luar.. “ kalo mbak lia item nanti orang bilangnya “Itu pasti ketemunya di bar atau pas dia jadi TKW”

Lia: Ooo gitu toh orang stereotypenya ya.. (wahhahaha , Funny!!!)

Ajudan bokap: Ya Om hanya menyampaikan mbak, ini kesan orang2x pada umumnya.. jangan sampai nanti dikira yang nggak2x..

Lia: Oke deh, om.. hehehehhe

Sepanjang conversation gue dan si Om ajudan, si bokap menyimak aja dengan manisnya.. begitu si om ijin ke luar, bokap langsung ngomong gini ma gue

Bokap: Biarin dek, dikira pembantu nggak papa, kan mereka juga orang berjasa

GUBRAKKKKK .. kok nggak nyambung seeehhhhh???????? Huwahahhah ancur nih si bokap…

Kesimpulan yang gue dapet hari ini.. jadi… ada gitu yah hubungan antara “kulit putih” dan “status sosial”?? terus apa ini yang bikin orang berlomba2x pingin jadi “putih”? Untuk membuat seseorang seperti berasal dari kalangan sosial tertentu??? Mmmm hari gini masih ada ya pengkotak-kotakan tingkatan sosial?? Jadinya yang tadinya hanya “sekedar” produk perawatan kulit, tapi kalo ditilik2x sebenernya ada unconscious wishesnya gitu.. wahhh nggak sesimple yang terlihat di permukaan dong jadinya.. hhhhh pusing ahhhh..  Bener gak sih ada asosiasi begini di masyarakat??


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help