natalia's posts with tag: indonesia
Inspirasi gue adalah blognya Sitha Pinet ttg “pergaulan” sesama warga Indonesia di luar yang banyak gosipnya dan banyak terlihat seolah2x tidak sehat dan penuh intrik dan drama..duile bahasanyaaa… heheheh .. Ini Link nya Gue mau share pengalaman waktu gue tinggal di luar dengan status “mahasiswa” ya Tha.. Karena tulisan elu ngingetin gue sama omongan orang2x waktu gue baru pindah ke Inggris dan Hawaii.. Yang mana setelah gue alami sendri, intinya gak gitu2x amat.. tergantung atau balik ke orangnya lagi.. jadi menurut pengalaman gue sih ini jadinya hanya stereotype belaka yang jadinya malah merugikan pergaulan kita sendiri karena kita jadi terlalu paranoid.. Jadi teman2x..please waktu baca ini, tolong dianggap bahwa ini bukanlah suatu “yang pasti” atau “benar” tapi di bacanya sebagai “anggapan” dari satu kelompok orang kepada kelompok orang lain yang belum tentu terbukti kebenarannya.. oke??.. ini bukan buat men-Judge atau men stereotype kelompok2x tersebut.. tapi ini “stereotype” yang gue tangkep dari ngobrol2x dengan berbagai orang Indonesia selama gue tinggal di dua negara tersebut.. Sering banget gue diingetin buat hati2x sama si ini atau sama si itu waktu gue baru2x dateng .. menurut “wejangan” yang gue dapet waktu itu (status gue kan mahasiswa jadi musti diwejangi, hehhehe) adalah, kelompok2x orang indo di luar itu biasanya kan ada "warga" Indonesia yang tinggal lama disana for whatever reason, ada orang KBRI dan local staff, ada mahasiswa dan ada orang Indonesia yang nikah ma orang asing.. Menurut mereka, “warga indonesia” tidak sama dengan orang Indonesia yang menikah dengan orang asing dan tinggal di negara tersebut.. either group gak mau di samain dengan kelompok lainnya.. Jadi udah ada “label” di antara orang Indonesia sendiri.. sangat In-group dan Out- group banget approachnya .. siapa belong to what group gitu.. alias dikotak-kotakkan… Nah, sebagai konsekuensinya setiap “group” tentunya punya stereotype sendiri2x…baik tentang groupnya atau tentang group lain… Menurut “penggolongannya” mahasiswa Indonesia itu ada “kelas”nya.. ada anak2x bea siswa (biasanya kiriman dari lembaga pemerintahan atau bea siswa universitas/ award), yang biasanya di “cap” sebagai anak2x pinter, studious, serius, organisator, aktif, communal (kumpul2x terus), rada “rohis” maksudnya sangat agamis, islamnya/ kristennya lebih “kenceng” dibanding rata2x warga yang lain, kritis, politis, birokratis dan sederhana, biasanya dianggap sebagai “anak2x daerah”.. Ada juga mahasiswa yang disebut “swasta” maksudnya anak orang mampu yang disekolahin di luar negri ..Stereotypenya adalah mereka anak orang kaya/ pejabat yang ke luar negri bukan untuk serius sekolah tapi banyakan mainnya, party animal, berfoya2x ngabisin uang ortunya tanpa ortunya tau dia sebenernya ngapain disana, anak2x ini dianggap borju, elitist, click-ish, pemilih dan gak mau “gaul” ma warga Indonesia yang bukan “kelasnya” .. Mereka juga sering dianggap kurang “intelligent” dibanding mahasiswa beasiswa.. Mereka juga dianggap “lebih seneng temenan ma bule” dibanding ma orang Indonesia.. Jadi sok ke barat2x an / too westernized yang jadinya nilai2x Indonesianya pada luntur, terlalu bebas dan lain-lain. Katanya biasanya dilabel sebagai “anak Jakarta” .... Antara mahasiswa bea siswa dan anak swasta katanya nggak begitu “nyampur” kalaupun mereka ada di universitas yang sama pun, biasanya “kenal doang” tapi nggak hang out bareng karena masing2x merasa beda dengan the other dan tidak mau di asosiasikan sebagai anggota “kelompok” tertentu.. Anak2x mahasiswa swasta suka parno takut di cap anak yang main melulu dan belagu sementara anak yang beasiswa parno takut di cap “aliran keras” dan “judgemental” Makanya katanya mereka mendingan main sama “teman senasib”… Kalo “warga Indonesia” itu biasanya orang yang sudah “tua2x” atau “dituakan” di lingkungan community Indonesia.. biasanya “warga” adalah tempat dimana mahasiswa bea siswa bersandar kalo kangen sama rumah (biasanya makananan) Warga ini biasanya dianggap “nyangsang” di luar biasanya karena pekerjaan/ pendidikan (Anak buah kapal yang keterusan , pekerja kontrak yang keterusan, staf kedutaan yang keterusan, mahasiswa yang keterusan, dsb intinya keterusan tinggal secara sengaja atau terpaksa) ada yangberhasil jadi penduduk resmi (status keimigrasiannya jelas) ada yang nggak.. Biasanya dianggap orang2x mellow atau gak banyak betingkah..dianggap “aman” dekat dengan orang2x ini.. Orang “KBRI” Adalah “orang penting” yang mahasiswa harus kenal karena banyak hal2x seperti surat lapor ketibaan, stempel alamat di paspor, sampe surat kepindahan tergantung sama KBRI.. jadi dekat dengan orang KBRI tentunya ada untungnya yaitu kalau ngurus surat2x biasanya “dibantu” .. Orang KBRI ini rotasinya cepat, jadi gak tinggal lama.. “gaya” memerintahnya tergantung atasan alias Dubes atau Konsulnya (untuk KJRI) ada yang bisa dekat dan helpful dengan warga ada yang sangat birokratis (sok pejabat katanya) .. sama aja dengan pejabat di jakarta juga kan beda2x… Spousenya orang KBRI biasanya dianggap sebagai “ibu2x diplomat/ pejabat” yang punya kesibukan sendiri dengan kegiatan2x protokoler apa lagi kalo daerah “basah” seperti US atau Inggris yang banyak bener “tamu” nya.. jadi mereka cenderung sibuk dan kalo ngumpul itu kalo ada acara “resmi” semisal lebaran atau 17 an,.. di luar itu, bener2x tergantung kepribadian orangnya… ada yang “gaul” ada yang nggak.. Orang2x Indonesia yang menetap di luar karena menikah dengan orang asing ini adalah kelompok yang suka “di stempel” sebagai kelompok high drama.. maksudnya ada banyak intrik2x dan gosip2x yang gak sehat ada di dalam komunitas ini.. Yang mulai nya dari “rumour” belaka bisa sampe jadi “back stabbing” dan malah perang terbuka antara beberapa orang .. Katanya, penyebabnya adalah persaingan yang gak sehat, karena orang2xnya itu banyak yang “ngaget”, baru tahu hidup enak di luar negri karena dulunya tidak punya kesempatan atau dari kalangan yang dianggap “bawah”, dan juga pendidikannya yang kurang tinggi ” dengan kata lain “jadinya kampungan”… ada banyak “label” untuk orang2x di kelompok ini .. ada yang dibilang gayanya mereka lebih bule daripada bulenya sendiri, suka pamer dan sombong (seperti yang disinggung Sitha di blognya) , dan OKB.. Nah, pesannya, mahasiswa itu perlu dan harus kenal ma orang KBRI dan Warga indonesia yang lama di sana.. tapi HATI-HATI sama yang menikah dengan orang asing karena hal2x yang disebut di atas.. Setelah gue bergaul sama orang dari beda-beda kelompok itu, gue mendapatkan hal2x yang menurut gue itu menarik dan lucu, ini belon penelitan resmi yah baru dari contoh kecil .. makanya gue mau neliti lagi mau liat kebenarannya di lingkungan orang indo di luar negri.. contohnya gini.. HAMPIR SEMUA orang BERANGGAPAN kalo kumpul sama community Indonesia di luar itu pasti jadi resek, karena backstabbing, dan persaingannya suka gak sehat, jadi males gaul ma orang Indonesia.. lalu HAMPIR SEMUA TAKUT kalo dia berkumpul dengan orang indonesia, dia pasti akan di gunjingi .. HAMPIR SEMUA MENGCLAIM, bahwa yang resek itu orang lain , bukan dirinya .. Lah lucu kan, kalo semua orang ini merasa dirinya bersih (anggaplah memang iya dia bersih seperti yang di claim) tapi dia merasanya bahwa semua orang2x di luar dirinya lah yang kelakuannya aneh2x, logikanya, sebenarnya "kelompok" yang ditakuti (resek) ini sebenarnya tidak ada, gitu kan yaaa?? gimana mau ada kalo orangnya masing2x sebenernya nggak resek Hehehhehe bingung kan??? Kalo nggak ada yang resek, terus, kenapa pada takut, gitu looo … Sebenernya, apakah ini kasus kecil yang memang pernah terjadi lalu kemudian di generalisir (jadi orang pada overly cautious alias paranoid)? Atau kalo mau jujur, mungkin ketakutan kita akan “jadi bahan gunjingan” ini sebenarnya memberikan kita “excuse” untuk tidak bergaul dengan orang Indonesia lain, Padahal sih sebenarnya ada alasan personal lain yang menyebabkan kita “malas” bergaul dengan orang Indonesia pada umumnya. Apapun alasan itu, memang hanya diri pribadi kitalah yang tahu.. tapi tebakan saya sih biasanya ada perasaan minder atau takut di judge, atau “takut ketahuan” melakukan tindakan tertentu yang bisa di “cap” sebagai nggak sesuai “norma” atau “standar kelaziman”di lingkungan orang Indonesia.. makanya jadinya Proyeksi (Istilah orang psikologi, dimana untuk melindungi Egonya orang mendingan nuduh orang lain yang salah dan resek padahal dirinya sendiri lah yang punya sifat resek tersebut) dan Displacement (Istilah psikologi juga dimana untuk melindungi Egonya tersebut seseorang “memindahkan” posisi kesalahan pada orang lain padahal dialah yang merasa ada kekurangan/ merasa tidak competent ) …. Jadi me “label “ orang lain itu adalah mekanisme pertahanan pribadi belaka..bukan sesuatu yang real.. Memang nggak ada sih, keharusan orang Indonesia musti bergaul dengan sesama Indonesia.. at the end of the day, yang menentukan adalah faktor kecocokan.. nggak masalah siapa orangnya, mau kuning, item, putih, ijo.. kalo cocok ya cocok kalo nggak ya nggak .. bener2x gak bisa dipaksa.. jadi intinya adalah faktor personal preference dan personal “standard” of friendship.. yang sehat adalah kalau pertemanan itu dilandasi dengan rasa saling percaya, saling menghargai dan saling mendukung.. kalo hal ini dipenuhi ya pertemanan bisa menyenangkan dan langgeng, gimanapun ketemunya dan apapun “statusnya” .. Kalo nggak terpenuhi lama2x juga males temenan, karena jadinya suka timpang sebelah yang satu menjadi teman yang lebih baik dibanding yang lainnya (berasanya seperti ngasih terus, tapi nggak ada reciprocitynya).. Jadi gue sih mau mengundang teman2x untuk membuka diri terhadap pengalaman bertemu teman baru, baik dari Indonesia maupun bukan.. cobalah mengenali seseorang itu sebagai manusianya, orang per orang, dan tidak menstereotype atau memasukkan orang ke dalam “kotak2x” tertentu.. karena sebenarnya, alasan kita menggeneralize keadaan dan menstereotypekan orang adalah, kita itu tidak mau memberikan effort untuk mengerti orang tersebut “as a person”, kita nggak mau susah (mungkin merasa bahwa it’s not worth your while), makanya dimasukkin ke “kotak saja” karena ini membuat kita beranggapan seolah2x kita “tahu” orang tersebut.. padahal, biasanya begitu kalau kita tahu orang tersebut sebenarnya, ya dianya tidak begitu dan dugaan kita di awal itu meleset.. masing2x orang dilahirkan berbeda, kan… ??? Gue tidak mendeny bahwa ada orang2x yang kelakuannya seperti ibu-ibu PKK (Perempuan Kurang Kerjaan) yang memang senengnya itu kalo ada masalah, kalo ada konflik, perseteruan, geng-gengan dsb.. kayaknya, kalo nggak ada masalah itu, hidupnya hampa dan gak berarti.. Nah, kalo kebetulan ketemu orang2x begini , ya bilang aja.. KESIAN DEH LOEEEEEE … hehhehehehhehehe .. Just sharing my two cents...
Terus terang kalo gue liat iklan di TV sekarang gue bingung.. kenapa semua produk kecantikan kulit itu SEMUANYA promoting kulit supaya jadi putih ini beberapa contohnya (sori kalo kurang lengkap yah , secara ikk nggak khusus nongkrongin tivi untuk mendata heheheh ini kebetulan aja waktu hari minggu gue dan Jason seharian di rumah buat leyeh-leyeh dan nonton tivi): Ponds flawless white dengan tagline “hanya dengan tujuh hari” ..Biore whitening blemish care dengan Tagline “untuk wajah bening memukau” Citra hazeline white, Ponds perfect care moisturizer, dengan taglinenya “jadi lebih putih tidak mengilap”, Dewi whitening series, taglinenya “Putih wangi, putih lembut.. seputih mutiara.” Putihnya sabun bengkoang purbasari double whitening, Citra beauty lotion whitening bengkoang dan masih banyak lagi.. Sampai ada suatu produk yang memberi semacam indikator untuk menunjukkan berapa putih sih kulit kita sebelum dan sesudah memakai produk itu.. namanya lupa.. keluarannya Ponds kalo gak salah.. Nah kalo di liat di atas, semua produk tersebut ada kata white atau putih, baik di produknya langsung ataupun di Taglinenya.. Trus gue Cuma mikir.. WHAT THE HECK HAPPENED TO KULIT KUNING LANGSAT DAN SAWO MATANG yang sebenernya lebih asli menggambarkan karakter kulit orang Indonesia?? Orang Indonesia itu kan kulit yang dibilang “putih” pun sebenernya under “tone”nya bukan putih porselen kayak kulit orang cina, jepang atau korea.. kulit kita kan rada gelap sebenernya dibanding mereka (jepang, cina , korea) itu.. Yang bikin gue sedih, Citra, sebagai produk yang dulu menggembar-gemborkan tagline “untuk kulit Indonesia” kenapa jadi ikut2x an begini..?? emang kenapa sih ?? Apakah di masyarakat itu memang segitu obsesinya sama kulit putih?? Kalo gue pribadi terus terang as long as kulit nggak kusem, nggak jerawatan, jadi… keliatan bersih terawat gitu, gue udah seneng , nggak ngaruh warnanya apaan.. Karena kulit sehat kan nggak harus putih.. gitu looo… Nahh.. gue pikir, sehari gue nonton tivi aja, gue udah ngerasa overwhelmed dengan produk pemutih itu.. (yang lama2x ngalahin pemutih gigi dan baju).. Gimana orang yang kerjanya nongkrongin tivi tiap hari ya..?? UNDERLYING Message yang di push ke consumer kan kira-kira dengan putih itu orang itu jadi LAKU, nggak Jomblo, Desirable, terus ceria, PeDe dan ultimately Bahagia.. Seberapa banyak ya kira2x orang yang jadi kemakan iklan..?? Mmmm … Curious. Karena gue sedikit “bothered” dengan segitu obsesi putih ini di push di tivi, gue jadi nanya2x ma kakak2x perempuan gue.. maklum gue kadang ngerasa out of the loop aja gitu, rada2x clueless, karena nggak pernah peduli hal2x beginian.. hehehe.. gue nanya.. semenjak kapan kah orang2x (terutama di jakarta) kayaknya mulai obsesi ma kata “putih” ini??? Waktu gue ngobrol , kebetulan ada temen2x kakak2x gue yang lagi pada ngumpul jadi kebetulan banget gue jadi banyak masukan.. Menurut ibu2x tersebut sebenernya mulai kerasa banget itu tahun 1998 an dengan hadirnya klinik2x perawatan kulit seperti “epiderma” dan “Obagi” yang bisa mem “bleach” kulit orang jadi putih… terus.. karena produk2x itu mahal, mulai deh produk lokal mulai menambahkan Hydroquinone di dalamnya dan mulai juga orang2x mengimpor kosmetik dari cina yang mengandung hydroquinone ini.. kata kakak2x gue malah samapai di daerah kota banyak bener produk2x ini sebenernya palsu jadi bisa bahaya banget buat kulit karena kandungan di dalemnya gak jelas.. setelah gue look up di internet, ternyata hydroquinone udah banyak dilarang pemakaiannya di eropa dan Amerika untuk make up/ perawatan yang bisa di beli over the counter (kecuali pakai resep untuk obat2x tertentu) karena bisa menimbulkan kanker kulit.. jadi pemakaiannya harus sangat hati2x misalnya hanya boleh malam hari, gak boleh kena matahari dan harus dibilas bersih sebelum kita keluar rumah dan harus pake pelindung matahari.. gitu katanya.. Katanya lagi, banyak memang orang yang asal pingin putih, terus kemakan iklan produk “dari luar” langsung deh berlomba2x make yang ada bukannya jadi bagus, kulit jadi merah, mengelupas dan malah bermasalah.. ihh ngeri amat, mau cantik aja sengsara begitu… Nah sekarang klinik2x seperti itu memang jadi tambah banyak misalnya DR’s Secret, DR Kayama, dll.. jadi kayaknya emang “kecantikan” itu sebagai industri, sangat laku keras di Indonesia… Padahal kalo udah kulit apa lagi daerah muka, mendingan ke dokter kulit deh kalo mau ngerawat gak usah asal … milih2x sendiri, apa lagi kalo kulitnya bermasalah.. itu mah udah kudu deh… Ini yang gue pelajari dari pengalaman sendiri…waktu gue masih di US dah mau pulang, gue beli banyak skin cleanser, toner dan moisturizer yang biasa gue pake , untuk persediaan setaun deh, sebab kan di jakarta nggak ada, gitu gue pikir.. yang ada sesampainya di jakarta, gak sampe seminggu.. muka gue beruntusan jerawat terutama daerah jidat dan dagu.. wahh kenapa juga, padahal gue gak pernah2xnya jerawatan… Jadi, instead of beli produk muka di toko, gue memutuskan untuk ke dokter kulit. Si dokter ini terus bilang bahwa alesannya gue jerawatan adalah karena gue pake produk yang bukan di peruntukkan untuk kulit gue di iklim tropis, jadi lotion dsbnya itu clogging pori2xgue yang terus bikin jerawat. Wahhh ya udah deh gue nurut aja di kasih cleanser, toner dan moisturiser yang buat kulit gue dan memang bener, gak lama kemudian, kulit gue emang jadi nggak jerawatan lagi deh, dah kayak biasa.. Gue jadi puwas dah ngobrol2x ngeluarin kebingungan gue ini dengan temen2x kakak gue.. jadi lebih ngerti laaah bahwa ini sebenernya “lagu lama” Cuma sekarang sudah merambah ke produk perawatan sehari2x aja.. gituuu… jadi “masalah sosial”nya yang sebenernya dah latent.. terus gue jadi mikir.. “orang itu mengasosiasikan putih dengan apa ya jadinya..?? Why is it so desirable?” Sebab kan nggak mungkin produk itu berlomba2x ngeluarin produk yang bisa memutihkan kalo ternyata nggaka da yang beli.. ada demand harus ada supply duooonggg.. Insight buat masalah ini surprisingly gue dapetin tadi siang tanpa sengaja waktu gue ke rumah bokap buat anterin makanan.. Begitu gue ketemu bokap, komentar pertama yang dia bilang adalah: Bokap: Loohh kamu kok putih banget dek?? Hehehe mulai ketularan Jason, Jadi bule bentar lagi Sambil bingung gue bilang Lia: Loh kan emang adek putih, Dad, gimana sih..?? Bokap: Iya emang kamu kan aslinya putih, tapi waktu di Hawaii kan sempet keling bener waktu kamu olahraga mendayung itu.. Ahhh.. ngerti deh gue.. emang waktu di Hawaii itu, gue seneng bener main di luar rumah..ya namanya alamnya bersih ya, jadi kerja gue itu hiking atau mendayung atau main di laut sepulang kerja atau kadang malah sebelon kerja, pokoknya kapan ada kesempatan gue nyebur, secara di jakarta kalo mau nyebur di laut pan susah bener.... Dan rumah gue disana itu di daerah waikiki jadi gak susah buat ke pantai, tinggal nyebrang ehhehehehehe Lia: Emang kenapa kalo keling? Bokap: Ya gak papa.. lucu juga liat kamu item kayak dakocan, apalagi bibirnya kriting gitu ehhehe Ehh trus ajudan bokap yang lagi nganterin surat2x yang musti bokap tanda tanganin jadi nimbrung Ajudan Bokap: Keliatan anak Pak try nya mbak kalo putih.. mm bingung dong gue.. Lia: maksudnya, om? Ajudan Bokap: ya kan kalo anak bapak putih –putih mbak.. kalo yang item itu mbak2x orang belakang… Lia: Eh?? Maksudnya (bolot kan gue) Ajudan Bokap: Kalo item tuh mbak, orang kan ngiranya orang kampung , kere gitu loh mbak gak bonafid.. kalo putih kan keliatan anak orang gedongannya.. Lia: Masak sih om?? (Masih disbelieve tapi gue dah pingin ngakak..) Ajudan Bokap: Iya mbak .. kalo kulitnya item2x gitu kulit pembantu mbak, kalo majikan harus putih.. dan mbak Lia jangan item lagi kayak dulu ya (dengan tampang concern) Lia: Kenapa Om??? (Bingung lagi gue…) Ajudan Bokap: Nanti dikira cewek2x “ayam” , kan mbak Lia sama Mas jason terus, nanti orang gak mikir istrinya, atau nggak tau kalo mbak anaknya bapak.. nanti dikira perempuan bawaan.. Kan malu mbak Lia: Huwahahhaha (at this point gue dah nggak nahanin dan si bokap bingung gitu dengerin pembicaraan gue dengan si ajudannya) Kok malu??? Ajudan Bokap: Iya masak anak Pak Try dikira cewek bawaan.. Lia: lah kan gak papa om, asik bisa pura2x gitu malah seru, orang gak ada yang tau ini.. (hihihi) Ajudan bokap: Iya kan orang bilang gitu mbak , bule itu senengnya sama yang item2x gitu.. makin kayak pembantu makin laku, jadi mbak lia jangan item2x ya mbak.. kasian bapak, anaknya disamain sama pembantu (dengan tampang melas) Lia: Masak segitunya om?? (Bingung looohh kok jadi malah ngomongin steretype cewek2x yang jalan ma bule) Ajudan bokap: Iya mbak percaya aja deh.. Kalo mbak Lia putih, kan orang bakal bilang “ya wajar suaminya bule karena anak orang punya ketemu suami pasti waktu sekolah di luar.. “ kalo mbak lia item nanti orang bilangnya “Itu pasti ketemunya di bar atau pas dia jadi TKW” Lia: Ooo gitu toh orang stereotypenya ya.. (wahhahaha , Funny!!!) Ajudan bokap: Ya Om hanya menyampaikan mbak, ini kesan orang2x pada umumnya.. jangan sampai nanti dikira yang nggak2x.. Lia: Oke deh, om.. hehehehhe Sepanjang conversation gue dan si Om ajudan, si bokap menyimak aja dengan manisnya.. begitu si om ijin ke luar, bokap langsung ngomong gini ma gue Bokap: Biarin dek, dikira pembantu nggak papa, kan mereka juga orang berjasa GUBRAKKKKK .. kok nggak nyambung seeehhhhh???????? Huwahahhah ancur nih si bokap… Kesimpulan yang gue dapet hari ini.. jadi… ada gitu yah hubungan antara “kulit putih” dan “status sosial”?? terus apa ini yang bikin orang berlomba2x pingin jadi “putih”? Untuk membuat seseorang seperti berasal dari kalangan sosial tertentu??? Mmmm hari gini masih ada ya pengkotak-kotakan tingkatan sosial?? Jadinya yang tadinya hanya “sekedar” produk perawatan kulit, tapi kalo ditilik2x sebenernya ada unconscious wishesnya gitu.. wahhh nggak sesimple yang terlihat di permukaan dong jadinya.. hhhhh pusing ahhhh.. Bener gak sih ada asosiasi begini di masyarakat??
Hai temans, hasil wawancara yang aku cerita dulu itu udah ada di Tabloid Wanita Indonesia sekarang, yang cover depannya Cinta Laura... Beli yaaa... minggu depan, artikel ini dah bisa di akses dari websitenya Tabloid WI di http://www.tabloid-wanita-indonesia.com .. nanti kalo dah bisa, aku akan paste lagi disini yaa.. jadi yang pada di luar sana (luar planet maksudnya) sabar2x dulu yaaa.. and keep checking in.. hehehehhe ... Makasih buat mbak aien, yang udah juara nulis artikel ini.. tapi mulai kapan aku jadi pencinta musik Country mbak?? Orang anak metal gini koookk... terus terang aku mending dengerin dangdut daripada musik country huwhahahahhaha .... serius nih, lagu sakit gigi doang sih apaaallll.... Artikel ini di post sama"boss" nya Himpunan Psikologi Indonesia cabang Jakartya Raya di mailing list Psikologi Indonesia , karena selama ini ternyata banyak bener psikolog yang ijin prakteknya dah kadaluwarsa aja masih berani praktek dan juga banyak yang belon banyak punya pengalaman itu nggak mau di supervise.. Jadi teman2x, kalo mau pake jasa psikolog, jangan lupa ya pliiiis, tanyain ijin prakteknya dan minta liat kartu ijin praktek, karena semua yang punya surat ijin pasti punya kartu ini.. jadi minta liatin buktinya yaaa.. kalo nggak, jangan mau ke psikolog ini karena "mutunyaa' nggak terjamin.. emang mau, ke dokter yang gak punya ijin praktek..???? Ini keadaan yang kita lagi kerjain sedikit2x.. aku aktif jadi pengurus di Himpunan Psikolog Indonesia ini di bagian Pengembangan Profesi.. sayangnya, banyak bener yang resist perubahan.. ya iyalah dah keenakan gak ada yang ngawasin.. hhh sedih yaaa.... Ini dia wawancaranya Natalia Indrasari KARENA HIDUP DIWARNAI SIMBOL Urusan pernikahan dan keluarga, jangan dianggap sepele. Untuk itu, Lia memutuskan menjadi Marriage and Family Therapist. Maret tahun lalu, Lisensi tersebut berhasil di peroleh Lia melalui perjuangan keras. Kini, wanita bernama lengkap Natalia Indrasari ini bangga menjadi psikolog yang khusus menangani masalah pernikahan dan keluarga. Sebuah profesi yang sangat langka di Indonesia. Dua Kali Ambil S2 Tahun 1998, Lia lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Inilah awal perjalanan karir bungsu mantan Wapres RI Jenderal (Purn)Try Soetrisno. Karena setelah itu, Lia memutuskan pindah ke Inggris untuk mengambil S2 di Ctr For Psychoanalytic Studies di University of Essex-UK. “Kenapa saya ambil bidang itu? Karena saya melihat bahwa hidup manusia ada perwakilan simbol-simbol. Sementara kita hidup di culture yang penuh simbol-simbol. Misalnya ada istilah nujuh bulanan dan sebagainya. Nah, manusia yang hidup di budaya dengan simbol-simbol, tentu berbeda dengan yang hidup di budaya yang tidak memakai simbol-simbol ini, contohnya di Barat,” terang Lia. Lulus kuliah, Lia ternyata masih bersemangat memperdalam keahliannya sebagai pakar analisa psikologi. Ia melihat kesempatan itu. Salah satunya melanjutkan pendidikan psychoanalytic studies selama 6 hingga 8 tahun. “Akhirnya saya ambil kesempatan ini. Tetapi setelah saya ambil, saya baru tahu kalau saya harus ambil doktorat-nya psikologi yang bukan penelitian tetapi yang praktek,” ujar Lia. Dan program tersebut, kata Lia, di Inggris hanya diperuntukan warga negara Eropa, karena dibiayai pemerintah Inggris. Beruntung program tersebut ada di Amerika, dan Lia segera mendaftar. “Seperti piramida, saya akhirnya ambil S2 lagi yang berbeda. Tujuan saya supaya S3-nya nanti akan mengatasi dua S2 yang telah saya ambil. Saat itu, S2 yang saya ambil bidang perkawinan dan keluarga. Tidak khusus anak saja, tetapi saya juga tertarik dengan orang dewasa yang gedein anak,” ujar Lia. Tahun 2004 Lia mengambil S2 khusus Marriage and Family Therapist di Chaminade University of Honolulu-Hawai. 1500 Jam Kerja Hal penting yang didapat Lia adalah, “bahwa di Amerika, setelah lulus master marriage & family therapist, ternyata tidak langsung dapat license untuk praktek. Saya meski kerja mengumpulkan jam keja, minimal 1500 jam ditambah jam supervisi selama 250 jam yang diawasi. Dan waktunya itu tidak kurang dari 2 tahun. Kerja yang khusus menangani keluarga dan perkawinan.” “Tidak semua psikolog itu terlatih untuk masalah marriage & family therapist,” tegas Lia Dilihat dari teori saja, menurut Lia sudah beda. “Menangani satu orang dengan menangani banyak orang dalam sistem keluarga, itu dinamikanya besar sekali. Jadi pendidikannya khusus banget.” “Kalau dilihat dari sudut psikologinya, MFT memang spesialisasi. Tetapi di dalam MFT itu, masih ada spesialisasinya sendiri. Yang aku ambil itu sex therapist, pre-marry consuling dan divorce consuling. Sekarang yang sedang aku penuhi untuk PhD adalah mix marriage atau pernikahan campuran,” jelas Lia. Sistem pendidikan yang dijalani Lia ternyata sangat ketat. Selama 2 tahun, Lia juga harus bertemu supervisor untuk berbincang-bincang tentang kehidupan sehari-hari, “apakah ada kemungkinkan hidup saya berpengaruh pada pekerjaan.” “Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, di luar negeri kita punya therapist sendiri. Setiap 1 jam kita ketemu klien, kita itu perlu di briefing lagi selama 3 jam. Bayangkan, kalau saya punya 20 klien, saya perlu 60 jam di briefing. Yang bisa membriefing saya tentu orang yang lebih senior,” ujar Lia. Lia menyayangkan karena mekanisme seperti itu belum dilakukan di Indonesia. “Jadi kasihan psikolog-nya. Kalau dia punya masalah pribadi dan dia harus mengatasi masalah kliennya, kemungkinan dia bisa mencampur adukkan masalahnya itu,” ujar Lia. Atasi Mental Tentara Amerika Sebelum lulus S2, Lia harus mengikuti training 1 tahun untuk mengumpulkan 350 jam kerja. “Kalau kita mau dapat pengalaman yang bagus, kita harus dapat tempat yang intensif juga. Di Hawai tempat yang paling bagus itu kalau kita bisa di Rumah Sakit Angkatan Darat Amerika. Di sana ada klinik khusus yang dinamai Marriage & Family Therapist Clinic, di dalam barak,” ujar Lia. Untuk magang di RS AD milik tentara Amerika ini syaratnya sangat ketat. “Indeks Prestasi harus 4, berarti nilai A semua. Dapat rekomendasi dari dosen minimal 2, dan di interviewed. Padahal mereka cuma ambil 3. Waktu itu ada 13 orang yang daftar. Syukurlah akhirnya saya diterima juga,” kenang Lia, senang. Ada dua divisi yang harus ditangani Lia. Divisi Mental Health dan divisi Marriage and Family Therapist. Mental health, jelas Lia, menangani mental tentara-tentaranya. “Misalnya apakah tentaranya punya masalah depresi, kecemasan dan sebagainya. Kita mengetes orang-orang yang mau diberangkatkan ke Irak dan Afghanistan,” ujar Lia. “Tugasku melihat apakah tentara itu layak pergi atau tidak. Tanggung jawabnya besar sekali. Kalau tiba-tiba kita bilang layak pergi tapi di sana dia nembak orang, nah bagaimana? Kalau kita bilang tidak layak padahal dia benar-benar di butuhkan, bagaimana?” lanjut Lia. Setiap hari, Lia harus berangkat kerja jam 7 pagi. Ia harus menangani 4 klien. Jam 3 sore ia harus sudah memasukkan semua data ke dalam sistem komputer AD, kemudian menunggu hingga laporannya ditandatangani supervisor. Jam 5 sore ia sudah harus sampai di kampus untuk kuliah. Tak hanya itu, di kamp militer tentara ini Lia juga menangani keluarga para tentara yang beraneka ragam. “Kalau ada kasus kekerasan dalam rumah tangga di dalam tentara, di klinik itu ada yang namanya family advocacy. Di situ, keluarga ini dipisah. Yang suaminya belajar manage anger dimana dia belajar tidak gebuk-gebukin orang, dan istrinya diajarkan lebih empower, jangan terima aja, kalau misalnya suami mukul,” jelas Lia. One Stop Clinic Meski sempat akan ‘dibajak’ RS AD Amerika, Lia yang menikah dengan Jason, pria asal Amerika, memilih pulang ke Indonesia. Saat ini, Lia tengah bekerjasama dengan Krisdayanti. Mereka mendirikan perusahaan yang diberi nama FemPower Global. Gabungan kata dari Feminine Power dan Empower, berarti kekuatan perempuan dan pemberdayaan. Kenapa KD? “Karena dia besar di dunianya. Dia orang yang sangat kuat. Saya kenal dia sejak jaman SMA, dan dia tidak pernah berubah,” lanjut Lia. “Saya orang psikologi, tetapi di tempat ini aku belajar banyak tentang detail industri di dunia bisnis. KD juga tidak tahu dunia psikolgi atau orang-orang. Jadi dia belajar banyak memenej orang. Kita jadi saling belajar,” ujar Lia. “Cita-cita, kita mau bikin TV Show yang seperti Oprah, tetapi tidak sama persis. Talkshow yang tidak hanya gosip-gosip atau becanda-becanda. Tetapi kita ngomongin hal serius dengan cara yang tidak serius. Dengan topik-topik yang tidak berani orang angkat. Misalnya homosexuality, UU keimigrasian, anak-anak korban perkosaan, masalah seksual. Menurutku hal-hal itu harus diangkat, karena ini positif,” ujar wanita yang tengah menulis buku tentang perkawinan campuran ini, bangga. Cita-cita lainnya, “Saya ingin bikin one stop clinic yang menangani keluarga di bidang psikologis, mulai dari anak sampai orang tuanya. Tujuannya bukan hanya sebagai tempat dimana orang datang berobat. Tetapi jadi learning centre, atau tempat belajar mahasiswa-mahasiswa yang bakal jadi psikolog. Tempat magang, tetapi harus qualified. Tidak hanya bisa bahasa Inggris saja, tetapi dia juga harus bisa meng-counter. Orang-orang yang keluar dari situ, punya pegnalaman lain selain akademik, dia jadi lebih profesional. Tapi itu butuh biaya dan tempat yang besar. Mudah-mudahan tahun 2009 tempat sudah ada,” ujar Lia optimis Klien Harus Jujur Apapun profesi yang tengah dijalani Lia, hati wanita senang musik country ini tetap akan berlabuh pada tugas utamanya sebagai terapis. “Karena tugas terapis adalah melatih orang untuk merubah tingkah laku. Bukan hanya sekedar tempat curhat,” ujar Lia. Sebagai terapis, “kita justru tidak bisa kasih tahu mereka apa yang dia buat. Itu harus keluar dari mereka sendiri. Tugas saya menuntun klien saya untuk membuat keputusan terbaik,” ujar Lia. “Untuk itu konsekuensinya dia harus cerita semua, harus jujur dengan dirinya sendiri. Banyak orang yang ke psikolog tidak jujur dan tidak cerita semua. Kalau tidak jujur, bagaimana kita bisa ambil keputusan terbaik karena semuanya tidak ada di atas meja. Kalau kita buka semua, kita tahu mana yang jelek dan mana yang bagus. Kita akan coba cari cara. Kalau tidak berhasil, coba cara lainnya, sampai ketemu solusi yang terbaik,” lanjut Lia. Dan apablla terjadi masalah pernikahan, “sebaiknya cari pihak ketiga yang tidak kenal dengan kita. Yang bisa kasih masukan yang positif buat keduanya. Dicari bukan siapa yang salah tapi apa yang salah. Karena kadang-kadang masalah pernikahan kalau di selesaikan dalam keluarga besar, kadang malah jadi berantakan. Karena banyak yang turut campur,” tegas Lia, tersenyum

|  | Ini foto2x dari acara launching mini albumnya Tiga Diva.. Sebelum acara gue ke acara ulang tahun temen gue trus lanjut dehhh.. disana ketemu banyak temen2x tapi karena heboh jadi gak sempet foto ma semuanya, cm sempet pas mau pulang aja foto2x kecentilan ma Dave hendrik n Thomas Djorghi salah satu temen deket aku dari jaman duluuu banget , jaman kita semua masih culun heheheeh Buat yang mau download lagu2xnya DI3VA, liat video, download foto dll bisa ke site ini : http://www.importmusik.com/3diva/ Menurut gue, lagu2x nya asik dan aransemen yang baru (setelah dirubah dari aransemennya Erwin Gutawa) itu lebih funky, lebih fresh... Lalu juga menurut gue, konsep Di3Va yang sekarang lebih matang dan lebih "menyatu" .. waktu dulu menurut gue 3 diva seperti 3 penyanyi nyanyi di satu panggung.. tapi sekarang lebih keliat bahwa 3 diva lebih kuat konsepnya dan masing2x punya peran yang beda2x disitu.. ini menurut gue loh yaaaa.. tapi konsernya bagus banget kok.. it was really fun... enjoy!!! |
| Start: | Feb 26, '08 08:30a | | End: | Feb 26, '08 09:30a | | Location: | Radio Female Jakarta 99.5FM |
Katanya makin digosok makin sip.. kenapa dan siapa sih yang ngegosip..?? Silakan ke sini buat yang mau denger Cosmo dan beberapa radio lain. Tp ingat perbedaan waktunya yaa... http://www.surfmusic.de/country/indonesia.html
Hai semua..Nyambung berita yang lalu kalau saya akan mengasuh rubrik tanya jawab di majalah Le Mariage, Mau pengumuman, sekarang Majalah Le Mariagenya sdh terbit dan kolom konsultasinya sdh ada. Silahkan ke website mereka di http://www.mylemariage.com/index.php .. disana bisa dilihat daftar pick up pointnya di seputar jakarta, surabaya, bandung, bali, Singapore, Salatiga, Banten dan Solo (sekarang masih gratis) atau bisa juga download edisi tersebut dari website mereka. Tolong kirimkan pertanyaan seputar relationship misalnya masa pacaran, persiapan pernikahan dan even masalah perkawinan ke metha@mediakreasi.com dengan judul marital counseling. Makasih atas dukungannya.... ini Q&Anya: Dear Lia, Saya baru bertunangan selama 3 bulan dan akan menikah tahun depan setelah kami lulus kuliah. Kami sudah berpacaran selama 2 tahun. Selama kami berpacaran, kami tidak pernah “berantem besar”. Tunangan saya orangnya baik, penyabar , pendiam dan suka mengalah. Kedua keluarga pun saling merestui. Masalahnya, minggu lalu kakak perempuan saya baru memberitahukan pada keluarga kami kalau ia akan bercerai (ia sudah menikah selama 5 tahun dengan 2 orang anak). Anehnya, semenjak saat itu saya sering terpikir bagaimana perkawinan kami nanti. Saya takut kalau saya pun nanti akan bercerai. Yang saya takutkan adalah, kakak saya yang telah berpacaran selama 8 tahun sebelum menikah saja bercerai, bagaimana saya yang “baru” pacaran 2 tahun? Tunangan saya tidak tahu mengenai kekhawatiran saya ini. (Aya, Jakarta) Jawaban: Dear Aya, Pertama-tama selamat atas pertunangannya, ya... Dari surat kamu ada beberapa hal menarik yang bisa kita perhatikan dan bahas sedikit. Yang pertama adalah pertanyaan tentang “Seberapa lama sih seseorang harus pacaran supaya perkawinannya sukses?” . Yang kedua , adalah kenapa timbul rasa takut di diri kamu sekarang, dan mungkin mau diapakan rasa takut ini. Dan yang ke tiga mungkin kamu mulai mempertanyakan gimana kamu dan tunangan kamu ke depannya, apakah perkawinan kamu akan selamanya ataukah akan kandas di tengah jalan seperti yang di alami kakakmu. Kita bahas satu per satu ya… Soal lama pacaran, sebenarnya panjang pendeknya masa pacaran bukanlah hal yang menjamin sukses tidaknya perkawinan. Kesuksesan perkawinan itu sendiri di ukur oleh 2 hal. Yang satu namanya stabilitas perkawinan , maksudnya apakah pasangan itu berpisah/ bercerai atau tidak. Ukuran yang kedua namanya kepuasan perkawinan. Karena banyak orang yang tetap menikah tapi salah satu atau keduanya tidak mengalami kepuasan/ kebahagiaan di dalam perkawinannya ini. Nah, tentunya aya tidak hanya ingin tidak bercerai, kan? Nah perkawinan yang memiki kepuasan tinggi itu memiliki ciri-ciri tertentu, beberapa yang penting misalnya komunikasinya lancar dan sehat, cara menyelesaikan konfliknya juga sehat. Ciri-ciri selanjutnya saling menghargai (respect) dan saling percaya dan dapat di percaya (trust and trustworthyness). Pasangan yang memiliki kepuasan perkawinan tinggi juga memiliki pengetahuan yang banyak mengenai pasangannya lewat perhatian dan keterbukaan. Jadi yang penting adalah kualitas hubungan selama pacaran bukan durasinya. Selama Aya dan pasangan memiki ciri-ciri tersebut di atas, rasanya tidak perlu khawatir. . Rasa ragu-ragu atau bahkan takut sebelum pernikahan itu sangat wajar, karena kita akan berkomitmen untuk bersama orang yang sama seumur hidup kita. Rasa takut yang dialami Aya pun wajar karena ada kejadian yang dialami oleh kakak Aya baru-baru saja. Tapi, kapankah kita tahu bahwa perasaan itu hanya kekhawatiran saja ataukah rasa takut itu benar-benar merupakan “warning”? Tentunya orang yang paling tahu tentang hubungan kalian adalah kalian berdua. Selama ini apakah ada hal2x yang bisa di jadikan petunjuk bahwa hubungan kalian tidak sehat? Ada 3 cara mengatasi kekuatiran kamu. Yang pertama: Buka mata dan telinga dengarkan dan perhatikan dengan lapang dada komentar-komentar atau sikap-sikap teman2x dan saudara2xmu terhadap tunanganmu. Perhatikan bagaimana sikap dia dalam menghadapi orang yang ada dibawahnya, sejajar dengannya, dan yang ada di atasnya. Perilaku tunanganmu dapat menunjukkan bagaiman karakter nya. Kedua, cobalah berdialog dengan kakak, tanyakan apa yang menjadi pelajaran baginya mengenai hubungannya yang lalu, mungkin kamu bisa mendapatkan beberapa pelajaran juga. Ketiga kalau masih ragu juga, ajaklah tunangan kamu ke ahli yang memang mendalami masalah keluarga dan perkawinan untuk menjalani konseling pranikah, atau konseling setelah menikah. Gunanya adalah untuk memperdalam pengertian diantara kalian berdua, supaya kalian lebih jelas mengenai harapan2x dan ketakutan2x masing-masing pihak akan perkawinan dan juga untuk belajar komunikasi dan menyelesaikan konflik yang lebih sehat. Pencegahan tentunya lebih baik dari mengobati , kan? Apa lagi kalian berdua saling mencintai, Best wishes to you both…
Tadi abis nonton sama Jason di PI Mall, gue langsung menuju ke toko buku untuk nyari cerita anak Indonesia.. Yang mirisnya, sesampai disana buku komik terutama komik Jepang seperti Avatar, Kung Fu Boy, Detektif Conan dan lain2x merajai rak buku cerita anak2x.. selain itu tentu saja buku2x anak2x terjemahan yang berasal dari bahasa inggris, seperti HC Anderson atu Brother’s Grimm.. Gue sampe mundar2x di tiap isle untuk nyari buku anak Indonesia , kok nggak nemu ya..?? apa gue dah jereng kali..??? ahirnya gue give up karena bener2x gak nemu.. dan gue nanya ke mas-mas yang jaga, mas2xnya juga sempet celingukan terus dia nanya lagi ke pegawai lain yang nongkrong di deket tempat kasir, dan mereka semua keliatan bingung… ANEH… gue pikir, ini pegawainya yang product knowledgenya jelek atau emang buku dongeng anak indonesia emang susah di cari..??? Emang sih ahirnya gue ditunjukin ke tempat yang lumayan nyempil dan dibanding buku anak2x dar negara lain, bagian ini kok kecil sekali , gitu… nah mulailah gue liat satu2x.. wah senengnya gue ternyata ada yang versi 2 bahasa.. jadi gue gak usah nerjemahin.. YAAAYYY…!!!! Tpi tetep aja, gue kok sedih banget gitu , ngeliat nggak ada satu anak pun atau satu orang dewasa pun ada di bagian ini… Apa ini nandain kalo orang kita mulai gak peduli dengan budayanya sendiri, atau gue aja paranoid?? Kenapa sih gue nyariin buku cerita anak2x??? Awalnya sih, waktu gue dan Jason ke Des Moines bulan Desember lalu itu looo, kita dimintain tolong sama sepupunya Jason. Anaknya, Rylin, punya project dari sekolah. Namanya Flat World. Intinya si anak diminta mengumpulkan cerita2x atau foto2x tentang berbagai tempat (di dalam/ luar Amerika) dimana mereka ahirnya bisa belajar tentang budaya dan lokasi atau sejarah lain.. jadi di dalam satu tugas, mereka belajar macem2x mata pelajaran, geografi, budaya dan sejarah dunia… nah untuk itu, setiap anak diminta mewarnai gambar orang2x an dan gambar itu dinamai Flat titik –titik sesuai nama anaknya.. nah Rylin minggu lalu mengirimkan Flat Rylinnya ke kita… Jadi mulailah dia gue ajak jalan2x keliling Jakarta, mulai dari foto sama mie ayam dan the botol, ikutan syuting dengan Indonesian Pop Star , Krisdayanti dan foto2x dengan patung2x di sekitar jakarta. Nah hari ini aku punya ide untuk beli buku dongeng anak nusantara dan motret flat Rylin seolah2x dia lagi baca, dan nanti buku ceritanya aku terjemahin supaya Rylin bisa baca ke temen2xnya tentang Indonesian Children’s Stories…. Dan juga si flat rylin ini mau aku gunting, dan aku kasih batang di belakangnya, terus aku jejer2x in sama wayang kulit ceritanya dia salah satu tokohnya.. jadi aku bisa nyertain cerita tentang kerajaan Astina dan perang Bharata Yudha/ Maha Baratha, atau bahkan Rama dan Shinta.. (terus terang, aku paling demen baca komik wayang, jamannya aku kecil, itu tuh yang suka di tengah2x majalah HAI , yang di tulis sama R Kosasih itu looo..) Penasaran, pas sampe ke rumah, gue telpon ponakan gue yang umurnya 7 tahun.. dan gue nanya, “Di, tau cerita bawang merah- bawang putih, nggak?” SI Audi ini sekolah di sekolah internasional, dia bilang “No Antia, what’s that..?” Deggg, beneran niihhh….??? Ponakan gue sendiri gak tau ??? Ihh malu-maluin… terus gue ceritain dikit,” Gini loh yang ceritanya ini…. “si audi bilang “Ooohh Shallot and Pearl Onion..???” Huwahahahhah… oke deh, dia taunya Shallot and Pearl Onion.. fiuuhhhh, lega.. terus gue tanya, “Kalo timun mas..?? ehmm golden cucumber..??” oohh tau juga.. hhhh, lega lagi.. “Terus keong emas, mm golden snail, golden snail.. tau gak..???” tau juga dia ternyata… Si Audi terus bilang kalo ibunya suka bacain dongeng itu sebelum tidur, makanya dia tau.. Oohhh, pantesannn…. Dan dia cerita, suatu hari di kelasnya ada pelajaran dimana dia disuruh cerita dan dia cerita tentang salah satu dongeng itu, sangkuriang kalo gak salah dan temen2xnya bilang kalo Audi ngarang cerita itu.. itu bukan cerita beneran.. karena teman2xnya cerita tentang cinderella lah, snow white lah, sleeping beautylah… Si Audi sampe nangis karena temennya gak percaya.. Gurunya sih ngebelain.. tapi kan surprising aja kalo anak2x seumur dia (anak indonesia) gak pernah denger cerita itu.. Apa karena orang tua sekarang segitu sibuknya, jadi kalo anak tidur dah gak pernah di bacain cerita lagi..?? Atau orang tua ngerasa nggak ada pentingnya nyeritain cerita2x rakyat..?? apa mungkin mereka juga gak tau..?? Kayaknya sih nggak ya.. Cuek, mungkin?? Gak nganggap ini sesuatu yang penting ngenalin budayanya sendiri..??? Entah ya… Emang ini masalah kecil, Cuma tentang cerita anak2x… tapi gue ngerasa, cerita rakyat ini dulu jadi bagian dari hidup gue semasa kecil..Yang terus terang sampe sekarang gue suka inget waktu nyokap nyeritain ini sebelum tidur,.. kalo bokap sih selalu ngarang cerita sendiri.. apapun mulainya, pasti di belakangnya ada raksasa yang siap makan anak2x yang gak mau tidur.. Wahahaha, kayaknya dah sebel dia cerita panjang2x anaknya bukannya tidur malah melek… jadi aja harus di takut2x in biar ngumpet di bawah selimut hihihii Dulu juga ada masanya kita main sandiwara di sekolah , berdasarkan cerita rakyat ini… ingatan ini sampe ngebawa gue ke permainan2x anak2x yang sering gue mainin semasa SD , kayak main galasin, bentengan, Main karet, main petak umpet, kakak mia, takadal, tap jongkok, bekel, adu asem keranji dan kerabat-kerabatnya… fun days… Dan waktu di rumah, gue itu kerjaannya bikin mainan sendiri dari kerdus bekas dan karet gelang, apaaa aja gue bikin, kamera2xan lah, kios jualan lah, puppet show stage lah.. apa lagi nyokap gue itu orangnya sangat kreatif.. dia suka bikinin kita senapan2xan dari gedebong pisang, bunyinya kuenceeengg banget, keren!!! Atau mainin dinamo sepeda pake mesiu dari pentul korek yang dibanting2x.. atau pistol2xan yang pelurunya dari biji alpukat, layangan dengan home made benang gelasan.... pokoknya kayaknya mainan gue jaman itu tuh bikin sendiri atau modal body, ya pake capek gitu dan gak butuh banyak “manufactured toys “ gitu, dan kita fun2x aja.. ibaratnya walaupun magrib kalo belon dipanggil masuk, pasti masih pada main di luar.. hihihhi maklum, gue anak tentara yang gede di kompleks jadi yaaa… begitulah, rada bar-bar… Sementara anak sekarang , contohnya ponakan gue aja, yang namanya console game, 1 anak semua punya mulai dari nintendo wii, ps 3 dan ternyata masih punya PSP dan nintendo DS.. dan pake bosen , pula!.. Ampun deh.. Untuk ngeyakinin, apa segitu bedanya jaman gue kecil dulu sama anak2x sekarang, gue tanya Audi lagi, “Di, kalo lagi keluar main di sekolah mainnya apa..??” dia bilang “what is keluar main..???” .. “I mean recess” kata gue ngeralat (tuh catet lagi, anak sekarang gak ngerti kata keluar main!!!), trus Audi bilang “Ooo, depends.. sometimes, yang gede2x pada mainin nintendo DS atau di cafetaria, ngobrol atau main kartu Yugi-Oh, atau SMS – SMS an… kalo odi sama anak2x yang kecil (sok toku deh padahal baru klelas 2 SD) main di playground ada seesaw, swings, just run around, whatever”… HHh…., kok gue dengernya tambah sedih ya.. kayaknya ngeliat anak kecil sekarang main tuh gak fun, gitu.. semuanya kayak terhipnotis sama TV dan video game..kayak mainan yang sengaja di sodorin ortu yang gak mau repot.. mm gak bisa di generalize siihh, tapi terus terang gue makin jarang liat orang tua main sama anaknya.. yang main malah baby sitternya.. itu juga lebih sering gue liat baby sitternya ditimpukin pake mainan sama tuh anak… miris banget kadang2x.. Well, don’t get me wrong, gue juga gila video game, tapi at least waktu gue kecil, gue tuh dah puwas “bau matahari” karena kebanyakan main di panas2x sampe rabut pirang jagung… Sementara anak sekarang, kayaknya ada sesuatu yang “ilang” gitu kalo masa kanak2x tuh nggak diisi sama permainan yang physical, apa lagi main yang rame2x dengan temen seumuran.. Untuk anak- anak sekarang, hari gini , siapa juga yang kenal ma tetangga..?? Mereka Cuma ketemu temen seumur di sekolah.. sampe di rumah, mereka ngumpulnya ma adults yang mungkin punya urusan2x sendiri, serba susah juga, mau dibiarin main di luar, jaman sekarang udah gak seaman jaman dulu.. Dulu, gue bisa main sepeda dari jati negara ke cibubur, berenang terus balik lagi.. hari gini, naik sepeda.. lima menit nggenjot juga dah bengek gara2x polusi.. haduuhh…. Jaman dulu, gue ma temen2x bisa nongrong di sawah bawa jaring buat nangkep kupu2x atau kalo keburu magrib, kita berburu kunang2x.. Anak sekarang, nongkrong di luar magribb2x yang ada dikira kupu2x malam , hehehehhe…. Mungkin gue musti terima kalo jaman emang beda.. Kalo emang banyak hal2x yang dulu gue alamin itu dah gak mungkin di terusin karena bukan hanya faktor sosial yang berubah tapi juga faktor “lingkungan hidupnya” yang udah gak friendly buat anak-anak.. Tapi, kalo Cuma cerita rakyat, masak gue gak bisa lestarikan…??? Mungkin gue harus mulai ngencanain untuk ngumpulin buku2x cerita anak indonesia ini sebelum jadi makin langka... Dan gue juga harus ngerencanain, next time gue ngumpul ma ponakan gue, gue mau ajarin mereka main permainan gue jaman kecil dulu, kayak galasin, tap jongkok dan lain2x.. Menurut gue sih, kayaknya mereka bakalan suka.. .. Mmmm tapi menurut mereka fun gak, yahhh…???? Sangsi juga niiihhh…..

|  | Waktu sabtu kemaren, kita nerusin pemotretan icon2x yang akan di taro di iklan dan online untuk represent areas tips2x yang akan kita sajikan untuk pelanggan. Nah, di KD mobile itu ada 5 area: 1. KD's diary yang isinya jadwal2x KD misalnya ada jumpa fans, konser, dsb 2, Family and relationships :tips2x yeng KD pelajari dan jalani ttg parenting, hubungan dengan keluarga besar dan dengan pasangan 3. Food and entertaining: tips2x untuk menjamu tamu dan makanan serta nutrisi 4. helath and beauty: Secara KD kan beauty icon jadi tips2x kebugaran dan kecantikan ala KD 5. Home living : ini tentang tips2x rumah tangga umum ttg merawat rumah dan dekorasi. Bentuk dari KD mobile ini bisa tips2x sms gitu dan juga multimedia klip yang bisa di download.. misalnya gimana sih cara ngebentuk alis yang bener..?? gimana sih cara skipping ato lompat tali yang bener (secara KD skipping tiap hari 500 kali) .. Tips2x ini nggak bersifat ataupun berniat menggurui.. ini hal2x yang KD rasa berhasil buat dia, jadi dia mau share sama orang2x.. terserah orang mau jalanin apa nggak, hehehhehe .. tapi semoga sih bermanfaat.. gitu kira2x.. so wish us luck yaa... O iya, kan pemotretannya di Hotel Mulia, Senayan.. yang ada begitu kelar, kita mau makan malah ketemu bokap nyokap gue dan kakak gue yang nomer 5 dan keluarganya karena lagi ngerayain ultahnya.. hehehe senengnya.. jadi deh cerita2x ma bonyok tentang kegiatan hari itu.. dan yang utama , gue ada tumpangan pulang secara gue n kakak tetanggaan, sama2x di Pondok Indah gitu looowwwww... hehehe lumayan hemat taxi.. |
Ini kejadian2x lucu seputar nama gue.. pemicunya itu waktu nama gue di eja salah si acara GoSpot RCTI tadi siang.. disitu di ejanya nama gue NATALIA INDIRASARI… KD langsung SMS “Indirasari ni yeee..”, kakak ipar gue SMS bilang “Lohh, yang Indira kan aku, sejak kapan mbak Lia make namaku, orang kita kawin juga nggak hahhaha” (Nama kakak iparku itu Indira Paramita dipanggilnya Mia) . Kalo suami gue sih ngomel kenapa kok nggak diperiksa dulu, kok TV bisa salah.. gitu.. Reporternya sih liat kalo salah, tapi dah terlanjur di tayangin.. katanya salah yang ngetik buat di layarnya.. dia ngasih laporannya dah bener kok, karena berdasarkan kartu nama gue, Walahualam ya.. yang penting munculnya salah heheheh… Ternyata secara diurut2x (mmm kok kedengerannya kayak Mak Erot gini gue.. heheh) Kesalahan nama ini udah gue alamin semenjak lahir… Aduh, mak dramatis sekaleee… Ini cerita gue dapet dari nyokap.. Setelah baru aja ngelahirin gue, waktu masih di rumah sakit, nyokap dapet kiriman bunga , tulisan di kartunya : “Selamat atas kelahiran Desy Cendanawati dari Persatuan Istri Prajurit PAMPRES” .. Loh, nyokap pikir, salah alamat nih bukan buat nyokap.. jadi nyokap manggil lagi si suster bilang kalo itu bukan bunga buat keluarga kita… terus si suster keluar ngejar ibu2x yang nganterin bungan bilang kalo salah.. si ibu itu ngotot sampe langsung nyelonong ke dalem untuk ngebuktiin bahwa dia nggak salah.. begitu liat nyokap si bu itu bilang.. Ibu2x: “ tuh kan suster bener kok ini kamarnya Bu Try, nggak salah” .. terus nyokap bilang Nyokap: “tapi anak saya namanya bukan Desy Cendanawati” , terus si ibu2x ini dengan sotoynya bilang gini (mmm ternyata dari dulu sampe sekarang banyak orang indo tuh Sotoy yah.. hehehhe) Ibu2x: “ Loh kan lahirnya Desember, pastinya Desy dan Pak Try kan sedang jadi ajudan di Jl. Cendana, biasanya kan jadi cendanawati..” nyokap namanya masih lemes baru ngelahirin cuma bilang.. Nyokap: “namanya Natalia indarasari” eh si ibu bilang gini.. Ibu2x: “Ooo bagus juga, tapi Desy Cendanawati lebih cocok” sambil mesem2x … Huwahahahha kok dia yang maksa seeehhhhh… Nah terus ternyata selama SD juga ada aja tuh guru yang ngeja nama gue salah.. yang paling sering adalah Nathalia “PAKE HA” Setelah itu dah lama nih nama gue di eja secara benar, sampai dengan gue ke UK dan US .. disana gue paling sebel kalo gue musti mengeja nama gue secara nama belakang gue pan gak lazim dan panjang.. Jadi udah lah gue dah eja bener2x tetep aja salah atau orangnya nggak ngerti misalnya gini waktu gue pesen tiket pesawat: Agent: So can you spell for me your last name,pelase.. Lia: Okay, It’s I (Ai) N (En) D (Dee) … (pelan2x..) Tiba- tiba dia nyaut Agen : And? Huwahaha dia pikir gue bilang “And” setiap setelah bilang huruf, jadi gue bilang, Lia: okay I’ll spell it out differently then Agen :Okay , I’m ready Lia India November Delta … Agen: Hold on, are those your last names?? Lia: Noooo… Okay let’s try again.. (mulai rada2x frustrasi niii..) “I” as in India, “N” as in November,” D” as in Delta, “R” as in Romeo, “A” as in Aplha, “S” as in Sierra, “A” as in Alpha, “R” as in Romeo, “I” as in India. That’s it Agen: okay, Ma'am, finally .. thank you for your patience, bla.. bla .. bla.. and your eticket will be sent to the email address you provided for us.. Lia: Thank you *dah seneng* Karena sering banget salah, gue langsung cek email.. bener aja nama gue jadi NATALIA IMBRASARI Huwahahahahahaha Tapi masih ada mutant2x yang lain, tuh misalnya: MATALIA Indrasari Natalia INDRAFARI Nataliea IMBRAFARI .. ini nih yang paling jauh… Waaa pokoke sempet sebel ma nama belakang gue, bukan kenapa-napa kayaknya kok ribet amat gitu looohhh , jadi gue sempet tuh punya cita cita, kalo gue kawin, ntar gue ambil nama suami gue aja deh biar gampang , gitu.. tapi lama2x sejalan dengan sekolah , gue jadi rada gengsian kali yeee, gue pikir, “ ih males amat kalo nanti gue punya gelar doktor terus dipanggilnya Dr X, padahal si X kan gak pake susah2x sekolah Doktor, yang susah payah kan gue, dan academic papers yang di publikasi juga harusnya nama gue bukan nama suami… secara itu pertanggung jawaban gue ma ortu ini anak dah bisa apa siiihh.. apa sih hasilnya, apa sih gunanya disekolahin mahal2x dan lama-lama gituu .. jadi lebih bangga kalo pake nama sendiri ceritanya… Nahh, kalo di PTA (Parent and Teacher Association) meeting atau yang berurusan dengan anak dibilang Mrs X, gak pa pa kali yeee… “ gituuu.. heheh gila ya gini aja dipikirin.. tapi lama-lama, ada banyak faktor2x lain yang bikin gue gak ganti nama juga : 1. Jason ternyata suka banget sama nama belakang gue, dia bilang namanya keren dan dia seneng bahwa gue orangnya independent.. dia bilang dia seneng bahwa gue bisa jadi “my own person” tanpa nyantel ke dia.. jadi dia gak apa2x kalo gue nggak ambil namanya dia.. dia bangga malah ma gue.. Kalo anak nah baru pake nama belakangnya jason , gitu (nah untuk hal ini dia teritorial hehehe) 2. Ternyata banyak temen gue anak indonesia dan orang asing lain yang namanya ternyata lebih ribet dari nama gue, misalnya Reksodiputro, Suryaatmadja, Soerodipoero, Hokkenloew,Fragkioudaki, dll jadi gue harus bersyukur bahwa at least nama gue masih gampang di pronounce ma orang indonesia dan asing alike.. 3. Toh gue akan balik ke Jakarta dimana nama gue pastinya gampang lah .. kan lazim ini, buat orang indonesia.. ternyata gue SALAH KEBET LAGII…. Semenjak gue pulang ini nama baru gue: NATALIA INDAHSARI (DI ACARA RAPAT HIMPUNAN PSIKOLOGI INDONESIA DI JOGJA) NATALIA INDRASWARI (DI HARPERS BAZAAR) NATALIA INDIRASARI (DI GOSPOT RCTI) Yang jelas kesalahan ini bukan karena tulisan gue yang kaya cakar ayam dimana orang gak bisa baca dengan bener.. ini menurut gue salah satu misteri dan keajaiban dunia , karena gue nggak ngerti kok sering banget kejadian gini… heheheh Kalo kata KD, itu mungkin kutukan si Desy, karena dia nggak jadi dipake… jadi dia pikir “rasain lu mau sok sok an namanya natalia.. gue doain orang salah semua.. coba kalo namanya Desy Cendanawati pasti gak salah ngeja atau cetak”.. Tapi kalo dibaca2x.. nggak cocok gak sih, gue, gitu loh namanya DESY CENDANAWATI wahhahahhahaha…. Perempuan sekaliii.. ntar gue dikira bencong , secara kelakuan kayak preman gini… Hihihihi… Terus temen2x gue pada bilang, udah lah …. Kenapa juga nggak pake “Lia Try Sutrisno” aja, karena ternyata , kata mereka (KD DKK) di kalangan temen2x gue yang kerja di bidang entertainment itu, mereka addresssing gue atau kalo lagi nanya lia mana (secara ada cornelia agatha yang dipanggil lia juga), mereka either bilangnya Lia Try atau Lia TS atau LTS bukan Natalia Indrasari atau Natalia Indrasari Sutrisno (secara, orang banyak bow yang namanya sutrisno tapi gak related dan kita sebenernya juga gak ada yang pake nama bokap..) .. Ooo gitu toooohhh, gue juga baru tau… LTS….. Lucu juga yah pake nama itu kalo gue nanti terjun di bidang politik.. kan presiden kita aja namanya suka disebut SBY.. siapa lagi yang bisa nyaingin singkatan itu, kalo bukan LTS, nggak mungkin dong MGWT (Megawati) wahahahahhaha….. NARSIS ABIS…tapi gimana dooongg nama gue salah terussss….
| Start: | Feb 9, '08 08:00a | | End: | Feb 9, '08 6:00p | | Location: | Hotel mulia |
Buat mobile content dunia mobile KD
Ceritanya lagi galak nih gue… Jarang-jarang loh gue complain apa lagi soal makanan, secara anak tentara cuma tau makanan itu enak dan enak sekali... tapi kalo gue aja bisa complain soal suatu makanan, sebaiknya percaya deh hihihih Hari ini kan ceritanya libur karena Tahun Baru Cina.. terus gue dan Jason pergi ke Hollywood KC untuk nonton film Rambo sekalian makan di Planet Hollywood. Kebetulan nyokap dapet voucher banyak dari Bu Sudwikatmono (Yang Punya PH) , jadilah kita sekakak- adik dibagi2x.. Jadi dalam rangka makan gratisan gitu looo.. Terus terang kalo kita makannya bayar sendiri, kita nggak akan milih PH, secara mutunya dah turun banget sekarang.. Kayaknya ini gak hanya yang di Jakarta di mana2x juga gitu sampe banyak lokasinya mereka yang tutup … kayaknya quality controlnya kurang banget.. Nggak hanya kualitas makanan, pelayanannya juga gak kayak dulu.. Semenjak balik ke Jakarta ini kali yang ke 2 kita ke PH.. padahal yang pertama kita dah kecewa , sebenernya ngapain juga balik lagi hihihi.. Mulai kita sampe kita dipaksa duduk di Bar karena restorannya di booking orang, bagian yang gak di booking jadi “non preference” maksudnya ssemua orang jadi bisa ngerokok atau tidak di situ, terserah.. ihh mana enak makan dikelilingin asep rokok… nah di bar keadaannya gak jadi lebih baik juga, karena orang dah assume bisa ngerokok… Lalu, waktu itu kita berdua pesen Fajitas, tapi kebayang gak sih dagingnya itu masa gak di seasoned sama sekali.. daging gak digaremin kan rasanya kayak karet!!! .. ampun deh, terus dia salah ngasih minuman terus pake ngotot.. Jadi kita bilang aduh males ahhh balik lagi.. Tapi ya itu, berhubung dapet voucher, aku pikir ya kali2x makanan yang lain gak sejelek itu.. Ternyata gue salah besar, kejadian hari ini juga sama, ada anak ngerayain ulang tahun ke 17 di sana.. jadi kita cuma bisa di bar lagi atau di section yang “non preference” itu lagi.. hadyuuuhhh….. Terus, minuman gak dateng2x…. Sekalinya dateng, pelayannya cuma bawain 1 botol air putih padahal pesennya 2, lah guwe minum apeee…??? Belon selesai nii… terus makanan yang gak sesuai dengan deskripsi , terus pake boong bilang kalo mereka dapet ordernya begitu.. heeeh?? Siapa yang pesennya gitu?? Emang sih managernya terus keluar minta maap, tapi udah lah kita pikir , not a big deal gitu loo.. Kita gak marah2x gitu sii ke mbak2xnya tapi kita dengan tegas bilang kalo kita kecewa dengan mutu makanan dan pelayanan yang gak sesuai standar.. serius , kalo gue punya restoran dan waitress / waiter gue ketauan boong untuk bela diri, gue akan kasih warning, terus di traininbg ulang dan kalo di ulangin lagi gue harus kasih sanksi lebih berat.. kalo nggak gini, kita salah juga sebagai manajemen.. mutu jelek kok dibiarin dan orang dibiarin bikin kesalahan dan gak jadi lebih baik..… Dan terus terang gue jadi kesian ma Keluuarga Pak Dwi karena mereka mungkin nggak tau kalo servicenya seburuk itu… Terus terang walaupun kenyang, kita masih pingin order dessert jadi udah deh, kita pesen buat di bawa pulang.. Yang kita pesen itu adalah “snickers Cheesecake” .. Mungkin ini salah kita juga gak periksa secara kita buru2x pulang karena nyokap telpon. Nyokap bilangin kalo dia bikinin gue kolek pisang dan kolang-kaling kesukaan gue karena gue minggu lalu cerewet banget nyariin kolek pas di rumah nyokap.. (on the side note: kolek nyokap itu enaaakkk banget, manisnya pas dan warnanya gak dekil.. nggak tau deh gimana nyokap bikinnya pokoknya beda banget tampangnya sama kolek buata n gue) anyways… setelah selesai dari rumah nyokap ngambil kolek dan ngobrol sama bokap , kita pulang.. Pas sampe rumah perut dah lumayan turun jadi kita buka lah itu cheesecake.. ya ampuuunn gak sesuai ma deskripsi lagiii.. di deskripsinya ada “snicker pieces “ katanya .. tapi dari tampangnya “pieces” yang mereka sebut itu nggak keliatan kayak snickers, nggak ada kacang, karamel, pokoke bukan snickers deh.. lebih seperti brownies.. dan tampang n baunya kaya tiramisu (maksudnya ke kopi-kopian dan di menunya emang ada tiramisu cheesecake) uuuhhh sebell.. tadinya kita pikir udahlah namanya gratisan, gak usah complain masih untung bisa makan.. eh begitu dimakan GAK ENAAAAKKKKKK!!!!!! Ya udah, gue nggak nggak lagi ah ke sana, mendingan makan gado2x dan mie ayam depan kantor keruan , uhhhh * Sambil lipet tangan dan buang muka, ngambek ceritanya* Btw, gue masih ada nih sisa gift ccertificatenya 200 ribu, ada yang mau?? hehehhehe

|  | Kemarin hari selasa kita seharian deh ada di RCTI untuk shooting Iklan "Dunia Mobile KD" Pagi2x aku dah ke kantor untuk nyiapin surat2x kontrak dsb sambil makan mi ayam dari depan kantor.. Cerita sampingan, kantor gue itu adanya di Jl. Radio Dalam, dimana sejalan itu isinya warung dan restoran semua.. jadi kerjaan gue dan KD tiap ngantor kita nyobain makanan yang beda2x hehehehe.. dasar dua2xnya gembul hihihi..Waktu kita lagi serius2x ngomongin kontrak, Si KD kegirangan liat spempel Company yang baru, jadi di halaman depan agendanya dia dia stempel2x gitu.. dasar kelakuan emang suka aneh heheheheh.. Ya udah deh kita terus ke RCTI dan selama make up ada foto2x juga yang di ambil dan sorenya kita ber2 di wawancara sama RCTI buat di infotainment ngomongin soal Dunia Mobile KD , FemPower dan tentang pertemanan kita yang ampir 18 tahun wahhah, ternyata dah lama juga ya...... gak tau sih kapan di tayanginnya... Waktu ditanya kesan2x ttg each other selama kita temenan dah selama ini menurut KD gue tuh gaya anak tentara, teges, galak, katanya gue gak suka yang plin-plan trus gue itu salah satu diantara sedikit orang yang bisa gamblang kalo mau komplain atau ngomelin dia.. yang jelek bilang jelek yang bagus bilang bagus wahahah gitu ya Ie, galak ya gue?? Padahal sumpah deh gue nggak galak kookkk.. galak tuh kan bentak2x gitu ya, kenceng gitu kalo ngomong.. gue gak gitu kookk.. suwerr.. Terus nihh waktu kita disana ada lagi nih orang sok ngartis.. terus terang gue gak tau dia itu siapa.. Jadi gue lagi ke kamar mandi.. nah biasa dong setelahnya kan gue cuci tangan gitu.. nah si cewek sok ngartis ini lagi di touch up make upnya dan ada 2 orang kayak asisten gitu.. mereka lagi ngomongin sesuatu yang gue juga nggak nyimak.. tapi pas gue cuci tangan gue sekalian ngaca karena ada bulu mata yang masuk ke mata.. si cewek ini bikin suara2x ky menghela napas seperti orang gak sabaran gitu.. pas gue ngelirik ke kaca keliatan banget tampangnya kayak seolah2x terganggu ada gue disitu asli, jutek banget ngeliatnya.. heheeh jadi deh gue bebalik ke dia terus gue bilang dengan baik2x.. "kenapa mbak, ada masalah?" eh dia kaget kayaknya, nggak nyangka ada yang ngejabanin digituin.. kali orang biasanya langsung pergi atau gimana kali di liatin.. kalo gue musti di omongin, gak ngaruh kalo cuma di kode2x in gitu.. ngomong aja, gampang koookk... Jadi dianya itu terus langsung gelagapan bela diri, sampe kayak mau nangis padahal asli gue cuma nanya doang , dan si asistennya yang nyaut bilang kalo mereka lagi touch up make up dan biasanya gak ada orang keluar masuk.. lah gue bilang, " Ini kamar mandi umum, bukan? gak fair dong kalo terus jadi marah sama pengguna yang lain" sambil senyum.. si cewek itu tampangnya dah bingung kynya, mau marah guenya ngomongnya baik2x nggak pake marah2x , dan yang gue omongin bener, mau ketawa dia tengsin, ya sud.. terus gue keluar aja.. bodo amat deh.. yang penting dah pipis hihihihi... Pokoknya nanti gue update lagi ttg commercialnya kalo dah jadi ya...
|
| Start: | Feb 1, '08 2:00p | | Location: | Home |
Untuk Rubrik Cermin.. katanya 50 Wanita yang akan di wawancarai untuk rubrik ini akan dimasukkan ke buku The Most Inspiring Indonesian Women... waduuhh, berat nih tanggung jawabnya.. gue kan belum banyak melakukan apa2x... doain aja semoga memang bisa memberi inspirasi supaya wanita Indonesia lebih maju...
Tadi siang, gue ma Jason sedang belanja di Carefour jam 1 an gitu waktu tiba2x KD nelpon. Gue kirain KD cuma mau bilang kalo dia dah balik lagi di Jakarta karena hari sabtu kemaren dia ada show di Soroako, padahal dia sedang sakit.. Seharian kemaren dia gue omelin, asli gue dah kayak nyokap2x.. Jadi itulah makanya gue pikir dia nelpon mau kasih tau kalo dia dah balik supaya gue gak ngomel lagi.. Ternyata beritanya lebih ngagetin lagi, dia bilang, "Liat TV Li, Pak Harto katanya meninggal, confirm ke aku ya aku lagi di luar".. wah secara gue di carefour gitu loh, daripada bikin heboh dengan nyuruh channel TV demo dirubah taunya gak ada apa2x.. Ya gue telpon ajudan bokap yang udah pastinya tau kalo berita ini bener apa nggak , karena emang dah beberapa hari belakangan gosip Pak Harto meninggal itu rada simpang siur... Pas gue telpon, bener aja kata ajudan bokap, Pak Harto meninggal, tadi jam 1 siang Kapolsek Kebayoran Baru telpon buat kasih tau.. Bokap dan nyokap gue katanya udah dari pagi ada di rumah sakit, karena mulai pagi2x katanya sakitnya makin parah.. Tadinya besok pagi jam 7 sampe Jam 9 gue bakal siaran di radio female sama Gery untuk ngomongin soal meninggalnya Pak Harto. Gery bilang, dia mau gue ada disana untuk ngomongin ttg kedukaan (grief) dari segi Psikologis karena dia ngerasa sedih juga dengan perginya Pak Harto dan dia mau curhat sekalian katanya. Ternyata gak lama kemudian Stafnya bokap nelpon buat ngasih tau kalo ada kemungkinan kita sekeluarga akan ikut mengantar Pak Harto ke peristirahatan beliau di Astana Giri Bangun, Solo.. Katanya kalau kita dapet tempat, nanti malem akan di jemput supaya nginep aja di rumah bokap di Menteng, jadi berangkatnya gampang karena flightnya jam 6 pagi. Kebayang lah hebohnya banyak bange pastinya yang mau nganter. Gue harap sih orang yang mengantar memang tulus buat menghormati Pak Harto bukannya ada keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang lain... semoga ya... Jadi as I write this, kita lagi stand by, bisa brangkat bisa nggak.. Either way, menurut gue, yang penting keluarga Pak Harto diberi kekuatan dan ketabahan untuk melewati ini semua karena mengingat selama akhir pemerintahan dan kehidupan sesudahnya Pak Harto banyak diliputi oleh kejadian2x kontroversial.. Semoga keluarganya tetap tabah, dan doa gue, semoga kita sebagai rakyat indonesia bisa obyektif bahwa sebagai manusia, tidak ada orang yang seluruhnya baik dan seluruhnya jelek, pasti ada kebaikan diantara keburukan seseorang dan gitu juga sebaliknya.. semoga kita bisa lihat sisi baik Pak Harto dan mendoakan semoga kebaikan itu outweight kesalahan beliau.. Ini sharing sedikit cerita pribadi guedan keluarga dengan Pak Harto Dulu waktu jaman gue kecil saat bokap gue masih ajudan Pak Harto di Cendana, gue inget banget kalo bokap itu suka bandel, nggak ada sejarahnya ajudan atau staf presiden bawa2x anak ke kantor, dia dengan cueknya bawa gue ke Cendana (waktu itu umur gue 3 tahunan).. Kata bokap emang bokap itu suka bandel misalnya nyolong telor rebus dari meja makan Pak Harto dan Bu Tien, ketauan sih.. makanya Bu Tien udahannya wanti2x ma juru masak istana, kalo bokap lagi naik jaga supaya dimasakin telor juga, maksudnya biar gak nyolong mulu.. heheheh... tapi tetep aja kayaknya Pak Harto dan Bu Tien cinta ma bokap... Di Cendana gue suka nongkrong di ruangan dokter kepresidenan. Trus kalo Pak Harto liat, beliau suka ngasih gue sekotak permen Vicks ijo yang belia suka bawa di saku celananya.. ini gue ingetttt banget, karena kata bokap dengan kurang ajarnya suatu hari di rumah gue nangis pingin permen vicks ijo, dan nyuruh bokap minta ke Pakde, wahh si bokap bingung juga jelasinnya, emang bisa gitu langsung telpon presiden minta permen buat anaknya hehehehe , maklum namanya juga anak kecil, mana ngerti presiden itu apa...
|
|